أَفَمَنْ هُوَ قَائِمٌ عَلَىٰ كُلِّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۗ وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ قُلْ سَمُّوهُمْ ۚ أَمْ تُنَبِّئُونَهُ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي الْأَرْضِ أَمْ بِظَاهِرٍ مِنَ الْقَوْلِ ۗ بَلْ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مَكْرُهُمْ وَصُدُّوا عَنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
Apakah Dia yang mengawasi setiap jiwa atas apa yang diperbuatnya? Dan mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah, “Sebutkanlah sifat-sifat mereka! Apakah kalian memberitahukan kepada-Nya apa yang tidak Dia ketahui di bumi, ataukah sekadar perkataan lahiriah?” Sebenarnya dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang kufur muslihat mereka, dan mereka dihalangi dari jalan. Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada baginya seorang pun pemberi petunjuk.
Terjemahan bertahap (16 jeda)
- أَفَمَنْ هُوَ قَائِمٌa-fa-man huwa qaa'imunapakah Dia yang mengawasi
- عَلَىٰ كُلِّ نَفْسٍ'alaa kulli nafsinatas setiap jiwa
- بِمَا كَسَبَتْbi-maa kasabatatas apa yang diperbuatnya
- وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَwa-ja'aluu li-llaahi syurakaa'adan mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah
- قُلْqulkatakanlah
- سَمُّوهُمْsammuuhumsebutkanlah sifat-sifat mereka
- أَمْ تُنَبِّئُونَهُam tunabbi'uunahuapakah kalian memberitahukan kepada-Nya
- بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي الْأَرْضِbi-maa laa ya'lamu fii l-ardhiapa yang tidak Dia ketahui di bumi
- أَمْ بِظَاهِرٍ مِنَ الْقَوْلِam bi-zhaahirin mina l-qawliataukah sekadar perkataan lahiriah
- بَلْbalsebenarnya
- زُيِّنَzuyyinadijadikan terasa indah
- لِلَّذِينَ كَفَرُواli-lladziina kafaruubagi orang-orang yang kufur
- مَكْرُهُمْmakruhummuslihat mereka
- وَصُدُّوا عَنِ السَّبِيلِwa-shudduu 'ani s-sabiilidan mereka dihalangi dari jalan
- وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُwa-man yudhlili llaahudan siapa yang disesatkan Allah
- فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍfa-maa lahu min haadinmaka tidak ada baginya seorang pun pemberi petunjuk
Terjemahan per kata (39 kata)
- أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
- هُوَhuwaDia
- قَائِمٌqaa'imunyang tegak
- عَلَىٰ'alaaatas
- كُلِّkullisegala
- نَفْسٍnafsinjiwa
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- كَسَبَتْkasabatdiusahakan
- وَجَعَلُواwa-ja'aluudan mereka menjadikan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- شُرَكَاءَsyurakaa'asekutu-sekutu
- قُلْqulkatakanlah
- سَمُّوهُمْsammuuhumnamailah mereka
- أَمْamatau
- تُنَبِّئُونَهُtunabbi'uunahukalian memberitakan kepada-Nya
- بِمَاbi-maaatas apa yang
- لَاlaatidak
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- أَمْamatau
- بِظَاهِرٍbi-zhaahirinyang tampak
- مِنَminadari
- الْقَوْلِl-qawliperkataan
- بَلْbalbahkan
- زُيِّنَzuyyinadihiasi
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- مَكْرُهُمْmakruhumtipu daya mereka
- وَصُدُّواwa-shudduudan mereka dihalangi
- عَنِ'anidari
- السَّبِيلِs-sabiilijalan
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُضْلِلِyudhlilimenyesatkan
- اللَّهُllaahuAllah
- فَمَاfa-maamaka tidak ada
- لَهُlahubaginya
- مِنْmindari
- هَادٍhaadinpemberi petunjuk
Inti bacaan
Pertanyaan retoris menantang: apakah Dia yang 'mengawasi setiap jiwa atas apa yang diperbuatnya' sama dengan sekutu-sekutu buatan yang bahkan tak bisa disebutkan sifatnya secara jelas ('sebutkanlah sifat-sifat mereka')? Tipu daya yang 'dijadikan terasa indah' menghalangi dari jalan yang benar. Konkretnya: sesuatu yang tidak bisa dijelaskan atau dipertanggungjawabkan secara jelas (baik itu keyakinan, sistem, atau otoritas) semestinya dicurigai, bukan diterima begitu saja karena terasa nyaman atau 'terasa indah', ketertarikan emosional pada sesuatu bukan bukti kebenarannya.
Penjelasan pilihan kata
'Muslihat' (makr) di sini akar yang sama dengan yang diterjemahkan 'muslihat' di 12:31 dan 13:42: dipertahankan berbeda dari 'tipu daya' (kayd), dua akar Arab berbeda yang keduanya bisa berarti sejenis rencana tersembunyi, tapi dijaga terpisah terjemahan-nya sejak Rangkaian 6. 'Dijadikan terasa indah' (zuyyina): bentuk pasif yang tidak menyebut pelaku secara eksplisit; muslihat mereka sendiri yang membuatnya tampak menarik bagi mereka, entah lewat pembenaran diri atau pengaruh dari luar, teks tidak merincinya.
Tafsiran
Pertanyaan retoris tentang pengawasan Allah atas setiap jiwa menyiapkan tantangan langsung terhadap klaim penyekutuan: jika sekutu-sekutu itu nyata, mereka seharusnya bisa disebutkan dan dijelaskan; jika tidak bisa, klaim itu terbukti kosong. Ayat ditutup dengan penjelasan bahwa muslihat orang-orang yang menolak tampak indah bagi mereka sendiri, bukan karena benar-benar baik, melainkan karena proses pembenaran diri yang membuat kesesatan terasa masuk akal bagi pelakunya.
Renungan dan Hikmah
- 'Muslihat' (makr) yang sama dari 12:31 (gosip perempuan-perempuan kota) kini dipakai untuk pembenaran diri orang-orang yang menyekutukan Allah, akar yang sama menandai pola yang serupa: sesuatu yang tampak wajar atau bahkan menarik bagi pelakunya sendiri, meski sebenarnya menyimpang, ciri khas makr dibanding kayd yang lebih terbuka.
- Kesesatan yang digambarkan di sini bukan sesuatu yang terasa jelas-jelas salah bagi pelakunya, sebaliknya, ia 'dijadikan terasa indah', sebuah peringatan bahwa perasaan yakin atau nyaman dengan suatu keyakinan bukan jaminan kebenarannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.