لَهُمْ عَذَابٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَقُّ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ

Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia, dan sungguh azab akhirat lebih berat, dan tidak ada bagi mereka dari Allah seorang pelindung.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. لَهُمْ عَذَابٌlahum 'adzaabunbagi mereka azab
  2. فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَاfii l-hayaati d-dunyaadalam kehidupan dunia
  3. وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِwa-la-'adzaabu l-aakhiratidan sungguh azab akhirat
  4. أَشَقُّasyaqqulebih berat
  5. وَمَا لَهُمْwa-maa lahumdan tidak ada bagi mereka
  6. مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍmina llaahi min waaqindari Allah seorang pelindung

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. لَهُمْlahumbagi mereka
  2. عَذَابٌ'adzaabunazab
  3. فِيfiidalam
  4. الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
  5. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  6. وَلَعَذَابُwa-la-'adzaabudan sungguh azab
  7. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  8. أَشَقُّasyaqqulebih berat
  9. وَمَاwa-maadan tidaklah
  10. لَهُمْlahumbagi mereka
  11. مِنَminadari
  12. اللَّهِllaahiAllah
  13. مِنْmindari
  14. وَاقٍwaaqinpelindung

Inti bacaan

Azab digambarkan berlapis dua: 'dalam kehidupan dunia' dan yang 'akhirat lebih berat', konsekuensi tidak berhenti di satu ranah saja, dan tidak ada pelindung dari Allah bagi yang mengalaminya. Konkretnya: akibat dari pilihan buruk kerap sudah terasa di kehidupan ini (kegelisahan, kerusakan hubungan, konsekuensi sosial) sebelum bicara soal akhirat sama sekali, sinyal-sinyal itu semestinya dibaca sebagai peringatan dini, bukan diabaikan karena akibat yang lebih besar terasa jauh.

Penjelasan pilihan kata

Ayat pendek ini menyimpulkan konsekuensi bagi orang-orang yang menyekutukan Allah dengan struktur dua-tingkat: azab dunia dan azab akhirat yang lebih berat, pola yang sama dengan 13:26 (kehidupan dunia hanya kesenangan sementara dibanding akhirat).

Tafsiran

Ayat ini menutup bagian tentang konsekuensi bagi penyekutu dengan penegasan skala: bukan hanya menghadapi kesulitan di dunia, melainkan sesuatu yang jauh lebih berat menanti di akhirat, tanpa ada pelindung yang bisa menghalanginya.

Renungan dan Hikmah

  • Yang disebut Allah lebih dulu azab di dunia, baru sesudahnya yang di akhirat. Sebagian akibat tidak menunggu. Yang menganggap seluruh perhitungan ditunda ke hari kemudian melewatkan bagian yang sedang berjalan sekarang, dan bagian itu justru satu-satunya yang masih bisa dihentikan.
  • Frasanya 'tidak ada bagi mereka dari Allah seorang pelindung'. Bukan tak ada yang membela, melainkan tak ada yang bisa memisahkan mereka dari-Nya. Perlindungan selalu berarti ada pihak ketiga yang berdiri di antara, dan di sini tak ada ruang untuk pihak ketiga mana pun.
  • Perbandingan yang dipakai tentang berat, bukan tentang lama. Yang membedakan keduanya bukan jangka waktunya. Sesuatu bisa berlangsung sebentar dan tetap tak tertanggungkan, dan Allah memilih ukuran itu untuk dibandingkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-dz-b, h-y-y, d-n-w, a-kh-r, sh-q-q, a-l-h, w-q-y): ashaqq diterjemahkan 'lebih berat (sulit)' (akar sh-q-q); waaq diterjemahkan 'pelindung (penjaga)' (akar w-q-y). gloss '(yang pedih)' dibuang.