مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا ۖ وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
Perumpamaan taman yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: mengalir di bawahnya sungai-sungai, buahnya kekal dan naungannya. Itulah tempat kesudahan orang-orang yang bertakwa, dan tempat kesudahan orang-orang kafir adalah api.
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- مَثَلُ الْجَنَّةِmatsalu l-jannatiperumpamaan taman
- الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَallatii wu'ida l-muttaquunayang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa
- تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُtajrii min tahtihaa l-anhaarumengalir di bawahnya sungai-sungai
- أُكُلُهَا دَائِمٌukuluhaa daa'imunbuahnya kekal
- وَظِلُّهَاwa-zhilluhaadan naungannya
- تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْاtilka 'uqbaa lladziina ttaqawitulah tempat kesudahan orang-orang yang bertakwa
- وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُwa-'uqbaa l-kaafiriina n-naarudan tempat kesudahan orang-orang kafir adalah api
Terjemahan per kata (19 kata)
- مَثَلُmatsaluperumpamaan
- الْجَنَّةِl-jannatitaman
- الَّتِيallatiiyang
- وُعِدَwu'idadijanjikan
- الْمُتَّقُونَl-muttaquunaorang-orang yang bertakwa
- تَجْرِيtajriimengalir
- مِنْmindari
- تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
- الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
- أُكُلُهَاukuluhaabuahnya
- دَائِمٌdaa'imunyang kekal
- وَظِلُّهَاwa-zhilluhaadan naungannya
- تِلْكَtilkaitulah
- عُقْبَى'uqbaakesudahan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اتَّقَوْاttaqawbertakwa
- وَعُقْبَىwa-'uqbaadan kesudahan
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
- النَّارُn-naaruapi
Inti bacaan
Perumpamaan surga di sini ditekankan pada kata 'kekal' (daa'im) untuk buah dan naungannya, kontras dengan 13:26 yang baru saja menyebut kehidupan dunia sebagai 'kesenangan (yang sedikit)'. Konkretnya: nilai sesuatu semestinya juga dipertimbangkan dari daya tahannya, bukan hanya intensitas kenikmatan sesaatnya, sesuatu yang menyenangkan tapi terputus-putus (dunia) berbeda kelas dengan sesuatu yang konsisten dan tak pernah habis (yang dijanjikan bagi yang bertakwa), dan pertimbangan itu semestinya memengaruhi ke mana energi diinvestasikan.
Penjelasan pilihan kata
'Tempat kesudahan' (uqbaa) kata yang sama persis dengan yang berulang di 13:22, 13:24, 13:42: konsisten menutup setiap penjelasan tentang nasib akhir kedua kelompok. Ayat ini membentuk pasangan simetris dengan 13:34: 13:34 tentang azab penyekutu, 13:35 tentang balasan orang bertakwa, keduanya ditutup dengan formula 'tempat kesudahan' yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan taman dengan citra konkret yang sama dengan yang sudah muncul sebelumnya di terjemahan ini (sungai mengalir, buah dan naungan yang tidak pernah habis): kesinambungan citra ini menandai konsistensi gambaran balasan di seluruh Al-Qur'an, bukan deskripsi yang berbeda-beda di setiap tempat.
Renungan dan Hikmah
- Kata 'tempat kesudahan' (uqbaa) yang sama muncul lima kali dalam rentang pendek surah ini (13:22, 13:24, dua kali dalam ayat ini sendiri, dan sekali lagi nanti di 13:42); pengulangan yang menjahit seluruh bagian tentang balasan dan konsekuensi menjadi satu kesatuan tema yang koheren, bukan poin-poin terpisah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-ts-l, j-n-n, w-'-d, w-q-y, j-r-y, t-h-t, n-h-r, a-k-l, d-w-m, zh-l-l, '-q-b, k-f-r, n-w-r): mathal diterjemahkan 'perumpamaan'; ukul daa'im diterjemahkan 'buah yang kekal' (akar '-k-l + akar d-w-m); zhill diterjemahkan 'naungan'; uqbaa diterjemahkan 'tempat kesudahan' (akar '-q-b). gloss '(ialah seperti taman)' dibuang.