وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ ۖ وَمِنَ الْأَحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ ۚ قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ ۚ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ

Dan orang-orang yang Kami beri Kitab bergembira dengan apa yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan ada yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Kepada-Nya aku menyeru, dan kepada-Nya tempat kembaliku.”

Terjemahan bertahap (10 jeda)
  1. وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَwa-lladziina aataynaahumu l-kitaabadan orang-orang yang Kami beri Kitab
  2. يَفْرَحُونَyafrahuunabergembira
  3. بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَbimaa unzila ilaykadengan apa yang diturunkan kepadamu
  4. وَمِنَ الْأَحْزَابِwa-mina l-ahzaabidan di antara golongan-golongan
  5. مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُman yunkiru ba'dahuada yang mengingkari sebagiannya
  6. قُلْqulkatakanlah
  7. إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَinnamaa umirtu an a'buda llaahasesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah
  8. وَلَا أُشْرِكَ بِهِwa-laa ushrika bihidan tidak mempersekutukan-Nya
  9. إِلَيْهِ أَدْعُوilayhi ad'uukepada-Nya aku menyeru
  10. وَإِلَيْهِ مَآبِwa-ilayhi ma'aabidan kepada-Nya tempat kembaliku
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-t-y, k-t-b, f-r-h, n-z-l, h-z-b, n-k-r, b-'-d, q-w-l, a-m-r, '-b-d, a-l-h, sh-r-k, d-'-w, a-w-b): yafrahuun diterjemahkan 'bergembira' (akar f-r-h); yunkiru diterjemahkan 'mengingkari' (akar n-k-r); a'buda diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d) + ilayhi ad'uu diterjemahkan 'kepada-Nya aku menyeru' (akar d-'-w), dua akar berdampingan; ma'aab diterjemahkan 'tempat kembali' (akar '-w-b). gloss '(kitab)/(Nabi Muhammad)/(Yahudi dan Nasrani)/(manusia)' dibuang.

Aplikasi

Ahli Kitab yang menerima wahyu sebelumnya digambarkan terbagi dua: yang bergembira dengan apa yang diturunkan (karena mengenali kesinambungannya), dan golongan lain yang mengingkari sebagiannya, sementara jawaban Nabi hanya soal tugasnya sendiri: menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya. Konkretnya: menghadapi perpecahan pendapat/penerimaan atas suatu kebenaran dari pihak luar, respons yang pas bukan larut dalam perdebatan mereka, melainkan tetap fokus dan konsisten pada komitmen sendiri, sebagaimana jawaban Nabi yang tidak terseret memperdebatkan siapa benar siapa salah, hanya menegaskan posisinya sendiri.