وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ
Dan demikianlah Kami menurunkannya sebagai putusan yang berbahasa Arab. Dan sungguh jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, engkau tidak mempunyai dari Allah seorang pelindung dan tidak pula pemelihara.
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
- أَنْزَلْنَاهُanzalnaahuKami menurunkannya
- حُكْمًا عَرَبِيًّاhukman arabiyyanputusan yang berbahasa Arab
- وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْwa-la'ini ttaba'ta ahwaa'ahumdan sungguh jika engkau mengikuti keinginan mereka
- بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِba'damaa jaa'aka mina l-ilmisetelah datang pengetahuan kepadamu
- مَا لَكَ مِنَ اللَّهِmaa laka mina llaahiengkau tidak mempunyai dari Allah
- مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍmin waliyyin wa-laa waaqinseorang pelindung dan tidak pula pemelihara
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).
Aplikasi
Peringatan ditujukan bahkan kepada Nabi sendiri: mengikuti 'keinginan mereka' SETELAH pengetahuan (ilmu) sudah datang berarti kehilangan pelindung dari Allah, pengetahuan yang sudah dimiliki membuat kompromi jadi lebih berat konsekuensinya, bukan lebih ringan. Konkretnya: begitu seseorang sudah tahu yang benar, tekanan sosial atau keinginan pihak lain untuk mengubah sikapnya bukan alasan yang sah untuk melunak, mundur dari kebenaran yang sudah diketahui lebih berbahaya daripada belum pernah mengetahuinya sama sekali.