وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ
Dan sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul sebelummu dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Dan tidak mungkin bagi seorang rasul mendatangkan suatu tanda kecuali dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada ketentuannya.
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًاwa-laqad arsalnaa rusulansungguh Kami telah mengutus rasul-rasul
- مِنْ قَبْلِكَmin qablikasebelummu
- وَجَعَلْنَا لَهُمْwa-ja'alnaa lahumdan Kami berikan kepada mereka
- أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةًazwaajan wa-dzurriyyatanistri-istri dan keturunan
- وَمَا كَانَ لِرَسُولٍwa-maa kaana li-rasuulindan tidak mungkin bagi seorang rasul
- أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍan ya'tiya bi-aayatinmendatangkan suatu tanda
- إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِillaa bi-idzni llaahikecuali dengan izin Allah
- لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌli-kulli ajalin kitaabununtuk setiap masa ada ketentuannya
Catatan pilihan kata (ringkas)
Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian; lih.). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. sebagian penerjemah: 'And We sent messengers before thee. And We appointed for them wives, and progeny; and it was for a messenger to bring a proof only by the leave of God. For every term is a writ.'
Aplikasi
Penegasan bahwa para rasul juga memiliki 'istri-istri dan keturunan' menepis anggapan bahwa kedudukan spiritual tinggi menuntut pelepasan dari kehidupan manusiawi biasa, sekaligus penutup ayat 'untuk setiap masa ada ketentuannya' menegaskan bahwa bahkan tanda dan peristiwa besar punya waktu yang sudah ditetapkan. Konkretnya: menjalani tanggung jawab keluarga dan kehidupan rumah tangga bukan pengalih perhatian dari misi hidup yang serius, melainkan bagian normal darinya, dan hasil-hasil besar yang dinanti tidak datang sesuka permintaan, melainkan menurut waktunya sendiri, sehingga ketidaksabaran menuntut hasil instan tidak sejalan dengan pola ini.