وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ

Dan sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul sebelummu dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Dan tidak mungkin bagi seorang rasul mendatangkan suatu tanda kecuali dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada ketentuannya.

Terjemahan bertahap (8 jeda)

  1. وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًاwa-la-qad arsalnaa rusulansungguh Kami telah mengutus rasul-rasul
  2. مِنْ قَبْلِكَmin qablikasebelummu
  3. وَجَعَلْنَا لَهُمْwa-ja'alnaa lahumdan Kami berikan kepada mereka
  4. أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةًazwaajan wa-dzurriyyatanistri-istri dan keturunan
  5. وَمَا كَانَ لِرَسُولٍwa-maa kaana li-rasuulindan tidak mungkin bagi seorang rasul
  6. أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍan ya'tiya bi-aayatinmendatangkan suatu tanda
  7. إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِillaa bi-idzni llaahikecuali dengan izin Allah
  8. لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌli-kulli ajalin kitaabununtuk setiap masa ada ketentuannya

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. رُسُلًاrusulanpara rasul
  4. مِنْmindari
  5. قَبْلِكَqablikasebelummu
  6. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  7. لَهُمْlahumkepada mereka
  8. أَزْوَاجًاazwaajanistri-istri
  9. وَذُرِّيَّةًwa-dzurriyyatandan keturunan
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. كَانَkaanaadalah
  12. لِرَسُولٍli-rasuulinbagi seorang rasul
  13. أَنْanuntuk
  14. يَأْتِيَya'tiyamendatangkan
  15. بِآيَةٍbi-aayatindengan tanda
  16. إِلَّاillaakecuali
  17. بِإِذْنِbi-idznidengan izin
  18. اللَّهِllaahiAllah
  19. لِكُلِّli-kullibagi setiap
  20. أَجَلٍajalinajal
  21. كِتَابٌkitaabunKitab

Inti bacaan

Penegasan bahwa para rasul juga memiliki 'istri-istri dan keturunan' menepis anggapan bahwa kedudukan spiritual tinggi menuntut pelepasan dari kehidupan manusiawi biasa, sekaligus penutup ayat 'untuk setiap masa ada ketentuannya' menegaskan bahwa bahkan tanda dan peristiwa besar punya waktu yang sudah ditetapkan. Konkretnya: menjalani tanggung jawab keluarga dan kehidupan rumah tangga bukan pengalih perhatian dari misi hidup yang serius, melainkan bagian normal darinya, dan hasil-hasil besar yang dinanti tidak datang sesuka permintaan, melainkan menurut waktunya sendiri, sehingga ketidaksabaran menuntut hasil instan tidak sejalan dengan pola ini.

Penjelasan pilihan kata

'Tanda' (aayah) di sini kembali ke terjemahan konsisten yang sudah dipakai sejak 13:1: tidak ada pengecualian untuk akar ini di seluruh terjemahan. Ayat ini menegaskan kemanusiaan penuh para rasul (memiliki istri dan keturunan, bukan makhluk yang berbeda jenis dari manusia biasa) sekaligus keterbatasan mereka (tidak bisa mendatangkan tanda atas kehendak sendiri).

Tafsiran

Ayat ini menekankan dua hal tentang para rasul: mereka sepenuhnya manusia (menikah, punya anak), dan mereka tidak memiliki kendali atas tanda-tanda yang diminta orang-orang; semuanya bergantung izin Allah. Penutup ayat, 'untuk setiap masa ada ketentuannya', menyiratkan bahwa segala sesuatu, termasuk kapan tanda diberikan atau janji digenapi, berjalan sesuai waktu yang sudah ditetapkan, bukan sesuai permintaan manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Penegasan bahwa para rasul memiliki istri dan keturunan menolak gambaran yang mungkin muncul tentang mereka sebagai sosok superhuman yang terpisah dari kehidupan manusia biasa, kedudukan istimewa mereka sebagai penerima wahyu tidak menghapus kemanusiaan mereka yang penuh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.