أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا ۚ وَاللَّهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ ۚ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi bumi, Kami menguranginya dari tepi-tepinya? Dan Allah memutuskan, tidak ada yang dapat menolak putusan-Nya, dan Dia cepat perhitungan-Nya.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- أَوَلَمْ يَرَوْاa-wa-lam yarawapakah mereka tidak melihat
- أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَannaa na'tii l-ardhabahwa Kami mendatangi bumi
- نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَاnanqushuhaa min athraafihaaKami menguranginya dari tepi-tepinya
- وَاللَّهُ يَحْكُمُwa-llaahu yahkumudan Allah memutuskan
- لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِlaa mu'aqqiba li-hukmihitidak ada yang dapat menolak putusan-Nya
- وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِwa-huwa sarii'u l-hisaabidan Dia cepat perhitungan-Nya
Terjemahan per kata (16 kata)
- أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
- يَرَوْاyarawmereka melihat
- أَنَّاannaabahwa Kami
- نَأْتِيna'tiiKami mendatangi
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- نَنْقُصُهَاnanqushuhaaKami menguranginya
- مِنْmindari
- أَطْرَافِهَاathraafihaaujung-ujungnya
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يَحْكُمُyahkumumemutuskan
- لَاlaatidak
- مُعَقِّبَmu'aqqibayang menolak
- لِحُكْمِهِli-hukmihipada putusan-Nya
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- سَرِيعُsarii'ucepat
- الْحِسَابِl-hisaabiperhitungan
Inti bacaan
Gambaran tanah/daerah yang dikurangi 'sedikit demi sedikit dari tepi-tepinya' menunjukkan pola kemunduran yang gradual dan tidak langsung terlihat drastis dari pusatnya, bukan keruntuhan mendadak, melainkan erosi bertahap yang mudah diabaikan. Konkretnya: kemunduran (personal, institusional, atau komunitas) sering dimulai dari pinggiran yang kurang diperhatikan sebelum mencapai pusat, mengabaikan tanda-tanda kecil di 'tepi' karena pusat masih tampak baik-baik saja adalah kelalaian yang ayat ini peringatkan.
Penjelasan pilihan kata
'Menguranginya dari tepi-tepinya' (nanqusuhaa min atraafihaa): citra wilayah yang terus menyusut, kemungkinan menandai wilayah kekuasaan orang-orang yang menolak wahyu yang perlahan berkurang seiring meluasnya pengaruh kebenaran; teks tidak menjelaskan detail mekanismenya. 'Memutuskan' (yahkumu): akar yang sama dengan 'putusan' di 13:37, di sini dalam bentuk verba aktif, kembali ke facet default yang sama.
Tafsiran
Ayat ini mengajak melihat bukti empiris lain: perubahan bertahap yang terjadi di dunia sebagai tanda kekuasaan Allah yang terus bekerja, bukan sesuatu yang statis. Ditutup dengan penegasan bahwa putusan Allah tidak bisa ditolak dan perhitungan-Nya cepat: dua sifat yang menegaskan baik keniscayaan maupun kesegeraan ketetapan-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menggambarkan pengurangan yang berlangsung sedikit demi sedikit dari tepi, lalu ditutup dengan 'Dia cepat perhitungan-Nya'. Dua kecepatan yang berbeda diletakkan dalam satu kalimat. Yang terasa perlahan bagi yang menjalaninya tidak berarti lambat bagi Allah; ia cuma sedang berlangsung dengan ukuran waktu yang bukan milik kita.
- Kalimatnya dibuka 'apakah mereka tidak melihat', bukan 'apakah mereka tidak tahu'. Buktinya sudah ada di depan mata dan tidak sedang disembunyikan. Yang dipersoalkan perhatian, bukan ketersediaan keterangan, dan itu jenis kekurangan yang tidak bisa diperbaiki dengan menambah keterangan.
- 'Kami mendatangi bumi' memakai kata kerja yang sedang berlangsung, bukan yang sudah selesai. Tak ada keadaan yang sekadar bertahan dengan sendirinya. Apa yang tampak tetap hari ini sebenarnya sedang dikerjakan Allah terus-menerus, dan yang tidak berubah dalam penglihatan kita belum tentu tidak sedang bergerak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).