أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا ۚ وَاللَّهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ ۚ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi bumi, Kami menguranginya dari tepi-tepinya? Dan Allah memutuskan, tidak ada yang dapat menolak putusan-Nya, dan Dia cepat perhitungan-Nya.

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. أَوَلَمْ يَرَوْاa-wa-lam yarawapakah mereka tidak melihat
  2. أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَannaa na'tii l-ardabahwa Kami mendatangi bumi
  3. نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَاnanqusuhaa min atraafihaaKami menguranginya dari tepi-tepinya
  4. وَاللَّهُ يَحْكُمُwa-llaahu yahkumudan Allah memutuskan
  5. لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِlaa mu'aqqiba li-hukmihitidak ada yang dapat menolak putusan-Nya
  6. وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِwa-huwa sarii'u l-hisaabidan Dia cepat perhitungan-Nya
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).

Aplikasi

Gambaran tanah/daerah yang dikurangi 'sedikit demi sedikit dari tepi-tepinya' menunjukkan pola kemunduran yang gradual dan tidak langsung terlihat drastis dari pusatnya, bukan keruntuhan mendadak, melainkan erosi bertahap yang mudah diabaikan. Konkretnya: kemunduran (personal, institusional, atau komunitas) sering dimulai dari pinggiran yang kurang diperhatikan sebelum mencapai pusat, mengabaikan tanda-tanda kecil di 'tepi' karena pusat masih tampak baik-baik saja adalah kelalaian yang ayat ini peringatkan.