الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Alif Laam Raa. Suatu Kitab yang Kami turunkan kepadamu, agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya, dengan izin Tuhan mereka, menuju jalan Sang Digdaya, Sang Terpuji.
Terjemahan bertahap (9 jeda)
- الرAlif Laam Raa–
- كِتَابٌkitaabunsuatu Kitab
- أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَanzalnaahu ilaykaKami turunkan kepadamu
- لِتُخْرِجَ النَّاسَli-tukhrija n-naasaagar engkau mengeluarkan manusia
- مِنَ الظُّلُمَاتِmina zh-zhulumaatidari berbagai kegelapan
- إِلَى النُّورِilaa n-nuurikepada cahaya
- بِإِذْنِ رَبِّهِمْbi-idzni rabbihimdengan izin Tuhan mereka
- إِلَىٰ صِرَاطِilaa siraatimenuju jalan
- الْعَزِيزِ الْحَمِيدِal-aziizi l-hamiidiSang Digdaya, Sang Terpuji
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'Sang Digdaya' (takrif corpus); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Tujuan diturunkannya Kitab dinyatakan secara aktif: 'agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan pada cahaya', sebuah proses pembebasan/perpindahan, bukan sekadar penyampaian informasi pasif. Konkretnya: keberhasilan menyampaikan atau menerima kebenaran semestinya diukur dari perubahan nyata dari kondisi 'gelap' (kebingungan, kekeliruan) menuju 'terang' (kejelasan, arah), bukan dari sekadar mengetahui isi teksnya, pengetahuan yang tidak mengubah kondisi seseorang belum menuntaskan tujuan yang disebutkan ayat ini.