بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Alif Laam Raa. Suatu Kitab yang Kami turunkan kepadamu, agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya, dengan izin Tuhan mereka, menuju jalan Sang Digdaya, Sang Terpuji.
Terjemahan bertahap (9 jeda)
- الرAlif Laam Raa–
- كِتَابٌkitaabunsuatu Kitab
- أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَanzalnaahu ilaykaKami turunkan kepadamu
- لِتُخْرِجَ النَّاسَli-tukhrija n-naasaagar engkau mengeluarkan manusia
- مِنَ الظُّلُمَاتِmina zh-zhulumaatidari berbagai kegelapan
- إِلَى النُّورِilaa n-nuurikepada cahaya
- بِإِذْنِ رَبِّهِمْbi-idzni rabbihimdengan izin Tuhan mereka
- إِلَىٰ صِرَاطِilaa shiraathimenuju jalan
- الْعَزِيزِ الْحَمِيدِal-'aziizi l-hamiidiSang Digdaya, Sang Terpuji
Terjemahan per kata (16 kata)
- الرAlif Laam RaaAlif Lam Ra
- كِتَابٌkitaabunKitab
- أَنْزَلْنَاهُanzalnaahuKami menurunkannya
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- لِتُخْرِجَli-tukhrijaagar engkau mengeluarkan
- النَّاسَn-naasamanusia
- مِنَminadari
- الظُّلُمَاتِzh-zhulumaatikegelapan
- إِلَىilaakepada
- النُّورِn-nuuricahaya
- بِإِذْنِbi-idznidengan izin
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- إِلَىٰilaakepada
- صِرَاطِshiraathijalan
- الْعَزِيزِal-'aziiziSang Digdaya
- الْحَمِيدِl-hamiidiYang Maha Terpuji
Inti bacaan
Tujuan diturunkannya Kitab dinyatakan secara aktif: 'agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan pada cahaya', sebuah proses pembebasan/perpindahan, bukan sekadar penyampaian informasi pasif. Konkretnya: keberhasilan menyampaikan atau menerima kebenaran semestinya diukur dari perubahan nyata dari kondisi 'gelap' (kebingungan, kekeliruan) menuju 'terang' (kejelasan, arah), bukan dari sekadar mengetahui isi teksnya, pengetahuan yang tidak mengubah kondisi seseorang belum menuntaskan tujuan yang disebutkan ayat ini.
Penjelasan pilihan kata
'Sang Digdaya' (al-aziiz) di sini adalah sifat Allah, berbeda dari pemakaian akar yang sama sebagai gelar pembesar Mesir ('al-Aziiz', dipertahankan sebagai nama diri, di seluruh kisah Yusuf): konteks gramatikal yang menentukan apakah kata ini berfungsi sebagai nama/gelar manusia atau sifat ilahi. 'Berbagai kegelapan' (azh-zhulumaat, bentuk jamak): dipertahankan jamak sesuai bentuk Arabnya, menandai kegelapan dalam berbagai wujud, bukan satu kegelapan tunggal.
Tafsiran
Ayat pembuka ini menyatakan tujuan utama Kitab ini: membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya. Citra ini bukan sekadar metafora dekoratif, melainkan kerangka yang akan diterapkan secara harfiah pada kisah Musa yang segera menyusul (14:5), menghubungkan misi wahyu ini dengan pola yang sama yang sudah terjadi dalam sejarah.
Renungan dan Hikmah
- Citra 'dari kegelapan menuju cahaya' yang membuka surah ini akan segera diulang persis di 14:5 dalam konteks misi Musa, pola yang sama diterapkan pada dua penerima wahyu berbeda, menghubungkan misi mereka dalam satu kerangka yang berkelanjutan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.