الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

Orang-orang yang lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan menghalangi dari jalan Allah, dan menginginkannya bengkok. Mereka itulah dalam kesesatan yang jauh.

Terjemahan bertahap (9 jeda)

  1. الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَalladziina yastahibbuunaorang-orang yang lebih mencintai
  2. الْحَيَاةَ الدُّنْيَاal-hayaata d-dunyaakehidupan dunia
  3. عَلَى الْآخِرَةِ'alaa l-aakhiratidaripada akhirat
  4. وَيَصُدُّونَwa-yashudduunadan menghalangi
  5. عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ'an sabiili llaahidari jalan Allah
  6. وَيَبْغُونَهَاwa-yabghuunahaadan menginginkannya
  7. عِوَجًا'iwajanbengkok
  8. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itulah
  9. فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍfii dhalaalin ba'iidindalam kesesatan yang jauh

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. يَسْتَحِبُّونَyastahibbuunamereka lebih menyukai
  3. الْحَيَاةَal-hayaatakehidupan
  4. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  5. عَلَى'alaaatas
  6. الْآخِرَةِl-aakhiratiakhirat
  7. وَيَصُدُّونَwa-yashudduunadan mereka menghalangi
  8. عَنْ'andari
  9. سَبِيلِsabiilijalan
  10. اللَّهِllaahiAllah
  11. وَيَبْغُونَهَاwa-yabghuunahaadan mereka menginginkannya
  12. عِوَجًا'iwajankebengkokan
  13. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  14. فِيfiipada
  15. ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
  16. بَعِيدٍba'iidinyang jauh

Inti bacaan

Kesalahan yang digambarkan bukan hanya soal keliru menilai prioritas (dunia di atas akhirat), tetapi tindakan aktif menghalangi orang lain dan 'menginginkannya (jalan Allah) menjadi bengkok', usaha sengaja mendistorsi sesuatu yang lurus. Konkretnya: ada beda antara sekadar tidak setuju dengan suatu kebenaran dan secara aktif berusaha membelokkan/mendistorsinya supaya sesuai kepentingan sendiri, yang kedua adalah pelanggaran yang jauh lebih serius, dan ayat ini menyoroti tepat pada kecenderungan mendistorsi demi kenyamanan itu.

Penjelasan pilihan kata

'Mencintai' (yastahibbuuna): bentuk intensif dari akar cinta yang sama dipakai konsisten di seluruh terjemahan ini, termasuk dalam bentuk negasi. 'Bengkok' (iwajan) menandai keinginan untuk memutarbalikkan jalan yang lurus, sebuah citra fisik untuk penyimpangan moral.

Tafsiran

Ayat ini mengidentifikasi karakter orang-orang yang mendapat 'kecelakaan' di ayat sebelumnya, bukan sekadar tidak percaya, melainkan secara aktif menghalangi orang lain dan berusaha mendistorsi jalan yang lurus menjadi bengkok, sebuah tindakan yang lebih agresif daripada penolakan pasif.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian يَبْغُونَهَا عِوَجًا terpakai tiga kali (7:45, 11:19, 14:3), dan di dua tempat lain ia disusul kalimat yang sama persis: “dan mereka kufur terhadap akhirat”. Ayat ini menaruh akhirat di depan, bukan di belakang, yang disebut lebih dulu justru mencintai dunia melebihi akhirat, baru kemudian menghalangi dan membengkokkan. Urutannya dibalik, dan kata يَسْتَحِبُّونَ yang membuka pembalikan itu sekali saja muncul.
  • Kata عِوَجًا sendiri terpakai tujuh kali, dan dua di antaranya menyangkalnya: 18:1 menyatakan Kitab diturunkan tanpa kebengkokan padanya, 20:107 menyatakan tak akan terlihat kebengkokan maupun tonjolan. Jadi kata yang sama menandai dua hal berlawanan, sesuatu yang memang tidak ada padanya, dan sesuatu yang diinginkan ada padanya. Yang dipersoalkan ayat ini bukan menemukan bengkok, melainkan menghendakinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).