وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali dengan bahasa kaumnya, agar dia menjelaskan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (9 jeda)
  1. وَمَا أَرْسَلْنَاwa-maa arsalnaadan Kami tidak mengutus
  2. مِنْ رَسُولٍmin rasuulinseorang rasul pun
  3. إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِillaa bi-lisaani qawmihikecuali dengan bahasa kaumnya
  4. لِيُبَيِّنَ لَهُمْli-yubayyina lahumagar dia menjelaskan kepada mereka
  5. فَيُضِلُّ اللَّهُfa-yudillu llaahumaka Allah menyesatkan
  6. مَنْ يَشَاءُman yashaa'usiapa yang Dia kehendaki
  7. وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُwa-yahdii man yashaa'udan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
  8. وَهُوَwa-huwadan Dia
  9. الْعَزِيزُ الْحَكِيمُal-aziizu l-hakiimuSang Digdaya, Sang Penuh Hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'Sang Digdaya' (takrif corpus); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.

Aplikasi

Prinsip bahwa setiap rasul diutus 'dengan bahasa kaumnya agar dia dapat memberi penjelasan' menempatkan kejelasan komunikasi sebagai syarat, bukan detail sepele, kebenaran yang tidak tersampaikan dengan bahasa/idiom yang dipahami audiensnya gagal memenuhi tujuannya. Konkretnya: menyampaikan sesuatu yang penting (nasihat, ajaran, koreksi) menuntut penyesuaian pada bahasa dan cara berpikir orang yang dituju, bukan sekadar menyampaikan versi yang nyaman bagi penyampainya sendiri, kejelasan adalah tanggung jawab pihak yang menyampaikan.