وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali dengan bahasa kaumnya, agar dia menjelaskan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (9 jeda)

  1. وَمَا أَرْسَلْنَاwa-maa arsalnaadan Kami tidak mengutus
  2. مِنْ رَسُولٍmin rasuulinseorang rasul pun
  3. إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِillaa bi-lisaani qawmihikecuali dengan bahasa kaumnya
  4. لِيُبَيِّنَ لَهُمْli-yubayyina lahumagar dia menjelaskan kepada mereka
  5. فَيُضِلُّ اللَّهُfa-yudhillu llaahumaka Allah menyesatkan
  6. مَنْ يَشَاءُman yasyaa'usiapa yang Dia kehendaki
  7. وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُwa-yahdii man yasyaa'udan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki
  8. وَهُوَwa-huwadan Dia
  9. الْعَزِيزُ الْحَكِيمُal-'aziizu l-hakiimuSang Digdaya, Sang Penuh Hikmah

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. مِنْmindari
  4. رَسُولٍrasuulinrasul
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. بِلِسَانِbi-lisaanidengan lisan
  7. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  8. لِيُبَيِّنَli-yubayyinaagar Dia menjelaskan
  9. لَهُمْlahumkepada mereka
  10. فَيُضِلُّfa-yudhillumaka Dia menyesatkan
  11. اللَّهُllaahuAllah
  12. مَنْmanorang yang
  13. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  14. وَيَهْدِيwa-yahdiidan Dia memberi petunjuk
  15. مَنْmanorang yang
  16. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  17. وَهُوَwa-huwadan Dia
  18. الْعَزِيزُal-'aziizuSang Digdaya
  19. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah

Inti bacaan

Prinsip bahwa setiap rasul diutus 'dengan bahasa kaumnya agar dia dapat memberi penjelasan' menempatkan kejelasan komunikasi sebagai syarat, bukan detail sepele, kebenaran yang tidak tersampaikan dengan bahasa/idiom yang dipahami audiensnya gagal memenuhi tujuannya. Konkretnya: menyampaikan sesuatu yang penting (nasihat, ajaran, koreksi) menuntut penyesuaian pada bahasa dan cara berpikir orang yang dituju, bukan sekadar menyampaikan versi yang nyaman bagi penyampainya sendiri, kejelasan adalah tanggung jawab pihak yang menyampaikan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menegaskan prinsip praktis: wahyu disampaikan dalam bahasa kaum penerimanya sendiri, agar bisa dipahami, bukan dalam bahasa asing yang butuh penerjemahan. 'Menyesatkan' dan 'memberi petunjuk' (yudillu/yahdii) dipasangkan sebagai dua kutub kehendak Allah, akar yang sama dengan yang sudah dibahas di 13:27 dan 13:33.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan mengapa penjelasan wahyu bisa diterima secara pasti secara linguistik (bahasa yang dipahami), namun penerimaannya secara batin tetap bergantung pada kehendak Allah: kemampuan memahami bahasa tidak otomatis menghasilkan keimanan, dua hal yang berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Prinsip 'menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki' yang sama muncul lagi di sini, menegaskan tema yang sudah dibangun di Ar-Ra'd (13:27, 13:33); kejelasan bahasa dan penjelasan tidak menjamin penerimaan, karena petunjuk batin adalah hal yang berbeda dari sekadar pemahaman linguistik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.