وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami, “Keluarkanlah kaummu dari berbagai kegelapan kepada cahaya, dan ingatkanlah mereka tentang hari-hari Allah.” Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur.
Terjemahan bertahap (9 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰwa-la-qad arsalnaa Muusaasungguh Kami telah mengutus Musa
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaadengan tanda-tanda Kami
- أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَan akhrij qawmakakeluarkanlah kaummu
- مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِmina zh-zhulumaati ilaa n-nuuridari berbagai kegelapan kepada cahaya
- وَذَكِّرْهُمْwa-dzakkirhumdan ingatkanlah mereka
- بِأَيَّامِ اللَّهِbi-ayyaami llaahitentang hari-hari Allah
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَinna fii dzaalikasesungguhnya pada yang demikian itu
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar terdapat tanda-tanda
- لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍli-kulli shabbaarin syakuurinbagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- مُوسَىٰMuusaaMusa
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- أَنْanyaitu
- أَخْرِجْakhrijkeluarkanlah
- قَوْمَكَqawmakakaummu
- مِنَminadari
- الظُّلُمَاتِzh-zhulumaatikegelapan
- إِلَىilaakepada
- النُّورِn-nuuricahaya
- وَذَكِّرْهُمْwa-dzakkirhumdan ingatkanlah mereka
- بِأَيَّامِbi-ayyaamidengan hari-hari
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiipada
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
- لِكُلِّli-kullibagi setiap
- صَبَّارٍshabbaarinyang sangat sabar
- شَكُورٍsyakuurinyang bersyukur
Inti bacaan
Perintah kepada Musa untuk 'mengingatkan mereka tentang hari-hari Allah' menempatkan mengingat peristiwa/sejarah sebagai bagian dari misi kenabian, dan tanda-tanda dari peristiwa itu hanya benar-benar tertangkap oleh 'orang yang sangat penyabar lagi bersyukur', kombinasi dua sikap sekaligus, bukan salah satunya. Konkretnya: kemampuan membaca pelajaran dari peristiwa (pribadi maupun sejarah) menuntut kombinasi kesabaran menghadapi kesulitan dan kesyukuran atas apa yang baik, orang yang hanya sabar tanpa syukur, atau bersyukur tanpa sabar, cenderung melewatkan pelajaran yang sama.
Penjelasan pilihan kata
'Dari berbagai kegelapan kepada cahaya' (mina zh-zhulumaati ilaa n-nuuri): frasa yang persis sama dengan yang membuka surah ini di 14:1, kini diterapkan langsung pada misi Musa, menegaskan koneksi antara kedua misi ini. 'Hari-hari Allah' (ayyaami llaah): merujuk pada peristiwa-peristiwa bersejarah penting, kemungkinan mencakup pertolongan dan hukuman yang pernah terjadi.
Tafsiran
Ayat ini secara eksplisit mengulang citra 'kegelapan menuju cahaya' dari 14:1, menerapkannya pada misi Musa mengeluarkan kaumnya. Pengulangan yang disengaja ini menghubungkan misi Musa dan misi penerima wahyu saat ini dalam satu pola yang sama, menegaskan bahwa keduanya bagian dari rangkaian sejarah yang berkelanjutan.
Renungan dan Hikmah
- Frasa 'dari kegelapan menuju cahaya' yang membuka surah ini (14:1) diulang persis sama di sini untuk misi Musa, pengulangan kata demi kata yang menegaskan bahwa pola pembebasan dari kegelapan bukan unik bagi satu penerima wahyu saja, melainkan tema yang berulang sepanjang sejarah kenabian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.