وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda Kami, “Keluarkanlah kaummu dari berbagai kegelapan kepada cahaya, dan ingatkanlah mereka tentang hari-hari Allah.” Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur.

Terjemahan bertahap (9 jeda)
  1. وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰwa-laqad arsalnaa Muusaasungguh Kami telah mengutus Musa
  2. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaadengan tanda-tanda Kami
  3. أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَan akhrij qawmakakeluarkanlah kaummu
  4. مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِmina zh-zhulumaati ilaa n-nuuridari berbagai kegelapan kepada cahaya
  5. وَذَكِّرْهُمْwa-dzakkirhumdan ingatkanlah mereka
  6. بِأَيَّامِ اللَّهِbi-ayyaami llaahitentang hari-hari Allah
  7. إِنَّ فِي ذَٰلِكَinna fii dzaalikasesungguhnya pada yang demikian itu
  8. لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar terdapat tanda-tanda
  9. لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍli-kulli sabbaarin shakuurinbagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'And We sent Moses with Our proofs: “Bring thou thy people forth out of darkness into the light, and remind thou them of the days of God.” In that are proofs for every one patient and grateful.'

Aplikasi

Perintah kepada Musa untuk 'mengingatkan mereka tentang hari-hari Allah' menempatkan mengingat peristiwa/sejarah sebagai bagian dari misi kenabian, dan tanda-tanda dari peristiwa itu hanya benar-benar tertangkap oleh 'orang yang sangat penyabar lagi bersyukur', kombinasi dua sikap sekaligus, bukan salah satunya. Konkretnya: kemampuan membaca pelajaran dari peristiwa (pribadi maupun sejarah) menuntut kombinasi kesabaran menghadapi kesulitan DAN kesyukuran atas apa yang baik, orang yang hanya sabar tanpa syukur, atau bersyukur tanpa sabar, cenderung melewatkan pelajaran yang sama.