وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنْجَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

Dan ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Ingatlah nikmat Allah atas kalian, ketika Dia menyelamatkan kalian dari pengikut-pengikut Firaun. Mereka menimpakan kepada kalian siksa yang buruk, dan menyembelih anak-anak laki-laki kalian, dan membiarkan hidup perempuan-perempuan kalian. Dan pada yang demikian itu suatu cobaan dari Tuhan kalian yang agung.”

Terjemahan bertahap (12 jeda)

  1. وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِwa-idz qaala Muusaa li-qawmihidan ketika Musa berkata kepada kaumnya
  2. اذْكُرُواudzkuruuingatlah
  3. نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْni'mata llaahi 'alaykumnikmat Allah atas kalian
  4. إِذْ أَنْجَاكُمْidz anjaakumketika Dia menyelamatkan kalian
  5. مِنْ آلِ فِرْعَوْنَmin aali Fir'awnadari pengikut-pengikut Firaun
  6. يَسُومُونَكُمْyasuumuunakummereka menimpakan kepada kalian
  7. سُوءَ الْعَذَابِsuu'a l-'adzaabisiksa yang buruk
  8. وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْwa-yudzabbihuuna abnaa'akumdan menyembelih anak-anak laki-laki kalian
  9. وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْwa-yastahyuuna nisaa'akumdan membiarkan hidup perempuan-perempuan kalian
  10. وَفِي ذَٰلِكُمْwa-fii dzaalikumdan pada yang demikian itu
  11. بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْbalaa'un min rabbikumsuatu cobaan dari Tuhan kalian
  12. عَظِيمٌ'azhiimunagung

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. قَالَqaalaberkata
  3. مُوسَىٰMuusaaMusa
  4. لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
  5. اذْكُرُواudzkuruuingatlah kalian
  6. نِعْمَةَni'matanikmat
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  9. إِذْidzketika
  10. أَنْجَاكُمْanjaakummenyelamatkan kalian
  11. مِنْmindari
  12. آلِaalikeluarga
  13. فِرْعَوْنَFir'awnaFiraun
  14. يَسُومُونَكُمْyasuumuunakummereka menimpakan kepada kalian
  15. سُوءَsuu'akeburukan
  16. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  17. وَيُذَبِّحُونَwa-yudzabbihuunadan mereka menyembelih
  18. أَبْنَاءَكُمْabnaa'akumanak-anak lelaki kalian
  19. وَيَسْتَحْيُونَwa-yastahyuunadan mereka membiarkan hidup
  20. نِسَاءَكُمْnisaa'akumperempuan-perempuan kalian
  21. وَفِيwa-fiidan pada
  22. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  23. بَلَاءٌbalaa'unujian
  24. مِنْmindari
  25. رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
  26. عَظِيمٌ'azhiimunyang agung

Inti bacaan

Musa mendahulukan mengingatkan kaumnya pada nikmat konkret (diselamatkan dari penindasan spesifik: pembunuhan anak lelaki, pelecehan anak perempuan) sebelum bicara hal lain, nikmat yang diingat bukan abstraksi umum, melainkan pembebasan dari penderitaan yang nyata dan rinci. Konkretnya: menumbuhkan rasa syukur yang tulus lebih efektif dimulai dari mengingat kembali kesulitan konkret yang pernah dilalui dan dilewati, bukan dari daftar berkat yang abstrak dan generik, kesadaran akan penderitaan spesifik yang sudah berlalu itulah yang membuat nikmat terasa nyata.

Penjelasan pilihan kata

'Agung' (azhiim) di sini kembali ke terjemahan default konsisten: berbeda dari 12:28 yang secara sengaja disimpangkan ke 'besar' karena menggambarkan tipu daya (konotasi negatif yang janggal dengan 'agung'); di sini menggambarkan sebuah cobaan/ujian, konteks yang netral-berat, sehingga 'agung' berlaku tanpa masalah. 'Membiarkan hidup' (yastahyuuna), bukan tindakan baik di sini, melainkan bagian dari penindasan (membiarkan hidup untuk terus ditindas/dieksploitasi), sebuah detail kelam yang tidak dilunakkan.

Tafsiran

Musa mengingatkan kaumnya akan penderitaan konkret yang mereka alami di bawah Firaun, bukan penderitaan abstrak, melainkan detail yang sangat spesifik dan mengerikan (pembunuhan anak laki-laki, perempuan yang dibiarkan hidup untuk terus ditindas). Penderitaan ini disebut sebagai 'cobaan yang agung', menempatkannya dalam kerangka ujian dari Allah, bukan sekadar kekejaman tanpa makna.

Renungan dan Hikmah

  • Kata 'agung' di sini kembali ke padanan bakunya karena menggambarkan sebuah cobaan/ujian, berbeda dari kasus 12:28 di mana kata yang sama sengaja diterjemahkan berbeda ('besar', bukan 'agung') karena menggambarkan tipu daya, konteks yang bermuatan negatif dan janggal disandingkan dengan 'agung'. Kata yang mendampinginya menentukan padanan yang tepat, bukan mekanis selalu sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.