وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan ketika Tuhan kalian memaklumkan, “Sungguh jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah bagi kalian, dan sungguh jika kalian kufur, sesungguhnya azab-Ku benar-benar keras.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْwa-idz ta'adzdzana rabbukumdan ketika Tuhan kalian memaklumkan
- لَئِنْ شَكَرْتُمْla'in shakartumsungguh jika kalian bersyukur
- لَأَزِيدَنَّكُمْla-aziidannakumniscaya Aku akan menambah bagi kalian
- وَلَئِنْ كَفَرْتُمْwa-la'in kafartumdan sungguh jika kalian kufur
- إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌinna adzaabii la-shadiidunsesungguhnya azab-Ku benar-benar keras
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Aplikasi
Pemakluman ini menyatakan hubungan langsung antara syukur dan penambahan (nikmat) versus kekufuran dan azab, sebuah prinsip sebab-akibat yang eksplisit, bukan janji vage. Konkretnya: cara seseorang merespons apa yang sudah diterima (dengan mensyukurinya secara aktif, bukan sekadar mengucap lalu lupa) memengaruhi apa yang berikutnya, sikap tidak tahu berterima kasih terhadap yang sudah dimiliki cenderung menghambat, bukan menetralkan, pertambahan berikutnya.