Ayat 14:9
أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ ۛ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۛ لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ ۚ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ وَقَالُوا إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ
Apakah belum sampai kepada kalian berita orang-orang sebelum kalian, kaum Nuh, 'Ad, dan Samud, dan orang-orang setelah mereka? Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang jelas, lalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulut mereka, dan mereka berkata, “Sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya, dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kalian serukan kepada kami.”
Terjemahan bertahap (12 jeda)
- أَلَمْ يَأْتِكُمْa-lam ya'tikumapakah belum sampai kepada kalian
- نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْnaba'u lladziina min qablikumberita orang-orang sebelum kalian
- قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَqawmi Nuuhin wa-'Aadin wa-Tsamuudakaum Nuh, 'Ad, dan Samud
- وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْwa-lladziina min ba'dihimdan orang-orang setelah mereka
- لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُlaa ya'lamuhum illaa llaahutidak ada yang mengetahui mereka selain Allah
- جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْjaa'atsum rusuluhumrasul-rasul mereka telah datang kepada mereka
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang jelas
- فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْfa-radduu aydiyahum fii afwaahihimlalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulut mereka
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِinnaa kafarnaa bi-maa ursiltum bihisesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian diutus dengannya
- وَإِنَّا لَفِي شَكٍّwa-innaa la-fii syakkindan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan
- مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍmimmaa tad'uunanaa ilayhi muriibinyang menggelisahkan terhadap apa yang kalian serukan kepada kami
Terjemahan per kata (37 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- يَأْتِكُمْya'tikumdatang kepada kalian
- نَبَأُnaba'uberita
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلِكُمْqablikumsebelum kalian
- قَوْمِqawmikaumku
- نُوحٍNuuhinNuh
- وَعَادٍwa-'Aadindan kaum Ad
- وَثَمُودَwa-Tsamuudadan Tsamud
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- مِنْmindari
- بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
- لَاlaatidak
- يَعْلَمُهُمْya'lamuhummengetahui mereka
- إِلَّاillaakecuali
- اللَّهُllaahuAllah
- جَاءَتْهُمْjaa'atsumdatang kepada mereka
- رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
- فَرَدُّواfa-radduumaka mereka menutupkan
- أَيْدِيَهُمْaydiyahumtangan mereka
- فِيfiike
- أَفْوَاهِهِمْafwaahihimmulut mereka
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- كَفَرْنَاkafarnaakami kufur
- بِمَاbi-maapada apa yang
- أُرْسِلْتُمْursiltumkalian diutus
- بِهِbihidengannya
- وَإِنَّاwa-innaadan sesungguhnya kami
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- شَكٍّsyakkinkeraguan
- مِمَّاmimmaatentang apa yang
- تَدْعُونَنَاtad'uunanaakalian menyeru kami
- إِلَيْهِilayhikepadanya
- مُرِيبٍmuriibinyang meragukan
Inti bacaan
Respons terhadap bukti nyata yang dibawa rasul-rasul digambarkan secara fisik: 'menutupkan tangannya ke mulutnya', gestur penolakan yang bahkan menghindari mendengar, bukan sekadar tidak setuju secara argumentatif. Konkretnya: ada bentuk penolakan yang lebih dalam dari sekadar ketidaksetujuan intelektual, penolakan yang secara sadar menutup diri dari mendengar sama sekali; mengenali kecenderungan diri sendiri untuk 'menutup telinga' pada sesuatu sebelum benar-benar didengar adalah kewaspadaan yang perlu dijaga.
Penjelasan pilihan kata
'Bukti-bukti yang jelas' (bayyinaat): akar yang berbeda dari 'tanda' (aayah); keduanya bisa merujuk pada hal serupa dalam konteks tertentu, tapi dipertahankan sebagai kata Indonesia berbeda karena memang dua akar Arab berbeda, konsisten dengan disiplin membedakan akar sepanjang terjemahan ini. 'Menutupkan tangan ke mulut': gestur fisik yang menandai penolakan tegas dan mungkin kebencian, dipertahankan literal tanpa penjelasan tambahan tentang maknanya.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian kisah tentang umat-umat terdahulu yang menolak rasul mereka, dimulai dengan penegasan bahwa jumlah dan identitas mereka begitu banyak hingga hanya Allah yang mengetahuinya secara pasti. Respons mereka terhadap rasul-rasul digambarkan dengan gestur fisik yang kuat (menutup mulut dengan tangan) disertai penolakan verbal yang eksplisit dan keraguan yang mendalam.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini membuka rangkaian kisah umat-umat terdahulu sebagai ilustrasi konkret dari prinsip yang baru dinyatakan di 14:4 (Allah menyesatkan/memberi petunjuk sesuai kehendak-Nya), pola penolakan yang berulang ini menjadi bukti historis bagi prinsip abstrak yang sudah disebutkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).
Ayat 14:10
قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ قَالُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ
Rasul-rasul mereka berkata, “Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kalian agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosa kalian, dan menangguhkan kalian sampai waktu yang ditentukan.” Mereka berkata, “Kalian tidak lain hanyalah manusia seperti kami. Kalian ingin menghalangi kami dari apa yang leluhur kami sembah, maka datangkanlah kepada kami keterangan yang jelas.”
Terjemahan bertahap (12 jeda)
- قَالَتْ رُسُلُهُمْqaalat rusuluhumrasul-rasul mereka berkata
- أَفِي اللَّهِ شَكٌّa-fii llaahi syakkunapakah ada keraguan terhadap Allah
- فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِfaathiri s-samaawaati wa-l-ardhiPencipta langit dan bumi
- يَدْعُوكُمْyad'uukumDia menyeru kalian
- لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْli-yaghfira lakum min dzunuubikumagar Dia mengampuni sebagian dosa-dosa kalian
- وَيُؤَخِّرَكُمْwa-yu'akhkhirakumdan menangguhkan kalian
- إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّىilaa ajalin musammansampai waktu yang ditentukan
- قَالُواqaaluumereka berkata
- إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَاin antum illaa basyarun mitslunaakalian tidak lain hanyalah manusia seperti kami
- تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَاturiiduuna an tashudduunaakalian ingin menghalangi kami
- عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا'ammaa kaana ya'budu aabaa'unaadari apa yang leluhur kami sembah
- فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍfa-tuunaa bi-sulthaanin mubiininmaka datangkanlah kepada kami keterangan yang jelas
Terjemahan per kata (33 kata)
- قَالَتْqaalatia berkata
- رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
- أَفِيa-fiiapakah pada
- اللَّهِllaahiAllah
- شَكٌّsyakkunkeraguan
- فَاطِرِfaathiriPencipta
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- يَدْعُوكُمْyad'uukummenyeru kalian
- لِيَغْفِرَli-yaghfiraagar Dia mengampuni
- لَكُمْlakumbagi kalian
- مِنْmindari
- ذُنُوبِكُمْdzunuubikumdosa-dosa kalian
- وَيُؤَخِّرَكُمْwa-yu'akhkhirakumdan Dia menangguhkan kalian
- إِلَىٰilaasampai
- أَجَلٍajalinajal
- مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
- قَالُواqaaluumereka berkata
- إِنْinjika
- أَنْتُمْantumkalian
- إِلَّاillaakecuali
- بَشَرٌbasyarunmanusia
- مِثْلُنَاmitslunaaseperti kami
- تُرِيدُونَturiiduunakalian kehendaki
- أَنْanuntuk
- تَصُدُّونَاtashudduunaakalian menghalangi kami
- عَمَّا'ammaadari apa yang
- كَانَkaanaadalah
- يَعْبُدُya'budumenyembah
- آبَاؤُنَاaabaa'unaabapak-bapak kami
- فَأْتُونَاfa-tuunaamaka datangkanlah kepada kami
- بِسُلْطَانٍbi-sulthaanindengan keterangan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Penolakan kaum terhadap rasul-rasul berpijak pada dua alasan: rasul 'hanya manusia seperti kami', dan keinginan mempertahankan 'apa yang sejak dahulu selalu disembah nenek moyang', argumen dari kebiasaan turun-temurun, bukan argumen dari kebenaran isi pesan itu sendiri. Konkretnya: menolak sebuah kebenaran hanya karena datang dari orang biasa (bukan sosok istimewa) atau karena bertentangan dengan kebiasaan lama yang diwarisi adalah alasan yang lemah, pesan semestinya dinilai dari isinya, bukan dari status pembawanya atau lamanya tradisi yang dilawannya.
Penjelasan pilihan kata
'Keterangan' (sultaan): akar yang berbeda dari 'tanda' (aayah) dan 'bukti-bukti yang jelas' (bayyinaat di 14:9); tiga kata berbeda untuk tiga akar berbeda, semuanya berhubungan dengan konsep bukti/dasar klaim namun dijaga terpisah sesuai akar Arabnya masing-masing.
Tafsiran
Rasul-rasul menjawab tuduhan keraguan dengan mengingatkan siapa Allah sebenarnya (Pencipta langit dan bumi), dan menawarkan ampunan serta penangguhan, bukan ancaman langsung. Respons kaum mereka justru berpaling pada argumen kesamaan status ('manusia seperti kami') dan tradisi leluhur, menuntut bukti tambahan yang lebih konkret.
Renungan dan Hikmah
- Argumen 'kalian hanya manusia seperti kami' yang diajukan sebagai penolakan di sini akan segera dijawab langsung oleh rasul-rasul di ayat berikutnya, bukan disangkal, melainkan diafirmasi sebagai fakta yang tidak mengurangi keabsahan misi mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “dosa-dosamu” diterjemahkan “dosa-dosa kalian”; “(siksaan)-mu” diterjemahkan “(siksaan) atas kalian”; “Kamu” diterjemahkan “Kalian”; “Kamu” diterjemahkan “Kalian”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. So bring us a clear authority.”Dalam ayat ini, 'ghafara' tanpa kata sandang al-. ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').
Ayat 14:11
قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَمَا كَانَ لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kalian, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan tidak mungkin bagi kami mendatangkan kepada kalian suatu keterangan kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaklah orang-orang beriman bertawakal.
Terjemahan bertahap (9 jeda)
- قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْqaalat lahum rusuluhumrasul-rasul mereka berkata kepada mereka
- إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْin nahnu illaa basyarun mitslukumkami tidak lain hanyalah manusia seperti kalian
- وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّwa-laakinna llaaha yamunnutetapi Allah memberi karunia
- عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ'alaa man yasyaa'u min 'ibaadihikepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya
- وَمَا كَانَ لَنَاwa-maa kaana lanaadan tidak mungkin bagi kami
- أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍan na'tiyakum bi-sulthaaninmendatangkan kepada kalian suatu keterangan
- إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِillaa bi-idzni llaahikecuali dengan izin Allah
- وَعَلَى اللَّهِwa-'alaa llaahidan kepada Allah
- فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَfa-l-yatawakkali l-mu'minuunahendaklah orang-orang beriman bertawakal
Terjemahan per kata (29 kata)
- قَالَتْqaalatia berkata
- لَهُمْlahumkepada mereka
- رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
- إِنْinjika
- نَحْنُnahnukami
- إِلَّاillaakecuali
- بَشَرٌbasyarunmanusia
- مِثْلُكُمْmitslukumseperti kalian
- وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
- اللَّهَllaahaAllah
- يَمُنُّyamunnumemberi karunia
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- مِنْmindari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- لَنَاlanaabagi kami
- أَنْanuntuk
- نَأْتِيَكُمْna'tiyakumkami datang kepada kalian
- بِسُلْطَانٍbi-sulthaanindengan keterangan
- إِلَّاillaakecuali
- بِإِذْنِbi-idznidengan izin
- اللَّهِllaahiAllah
- وَعَلَىwa-'alaadan atas
- اللَّهِllaahiAllah
- فَلْيَتَوَكَّلِfa-l-yatawakkalimaka hendaklah bertawakal
- الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
Inti bacaan
Rasul-rasul tidak membantah bahwa mereka 'hanya manusia seperti kalian', mereka justru mengakuinya secara jujur, tetapi menggeser argumen ke soal karunia Allah yang dipilihkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bukan pada keistimewaan pribadi mereka sendiri. Konkretnya: mengakui keterbatasan atau kebiasaan diri sendiri secara jujur tidak melemahkan validitas pesan yang dibawa, kredibilitas semestinya diletakkan pada sumber dan isi pesan, bukan pada citra 'luar biasa' dari pembawanya, yang justru bisa membuat orang keliru menilai.
Penjelasan pilihan kata
Rasul-rasul ini mengafirmasi langsung tuduhan 'hanya manusia' dari ayat sebelumnya, tanpa menyangkalnya: tapi segera menambahkan bahwa kemanusiaan mereka tidak menghalangi karunia khusus dari Allah. 'Karunia' (yamunnu): akar yang sama dengan yang dipakai Yusuf saat mengucap syukur di 12:90 ('Allah telah memberi karunia kepada kami').
Tafsiran
Alih-alih menyangkal kemanusiaan mereka, rasul-rasul ini menerimanya sebagai fakta yang tidak relevan dengan keabsahan misi mereka: kemanusiaan dan karunia kenabian bukan dua hal yang saling meniadakan. Mereka juga jujur mengakui keterbatasan mereka sendiri: tidak bisa mendatangkan bukti sesuka hati, hanya dengan izin Allah.
Renungan dan Hikmah
- Rasul-rasul ini tidak mengklaim status di luar kemanusiaan biasa untuk membenarkan otoritas mereka, sebaliknya, mereka menerima kesamaan status manusiawi sebagai fakta, sambil menegaskan bahwa karunia kenabian adalah pemberian terpisah yang tidak bergantung pada status istimewa apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-s-l, b-sh-r, m-ts-l, a-l-h, m-n-n, sh-y-a, '-b-d, k-w-n, a-t-y, s-l-t, a-dz-n, w-k-l, a-m-n): bashar mithlukum diterjemahkan 'manusia seperti kalian'; yamunnu diterjemahkan 'memberi karunia' (akar m-n-n); sultaan diterjemahkan 'keterangan/hujah (dasar-klaim)', akar s-l-t (putaran 82, bukan 'kekuasaan'); tawakkal diterjemahkan 'bertawakal' (akar w-k-l putaran 61). Selaras.
Ayat 14:12
وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah menunjukkan kepada kami jalan-jalan kami? Dan sungguh kami akan bersabar terhadap apa yang kalian sakiti kami dengannya. Dan kepada Allah hendaklah orang-orang yang bertawakal berserah diri.”
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- وَمَا لَنَاwa-maa lanaadan mengapa kami
- أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِallaa natawakkala 'alaa llaahitidak bertawakal kepada Allah
- وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَاwa-qad hadaanaa subulanaapadahal Dia telah menunjukkan kepada kami jalan-jalan kami
- وَلَنَصْبِرَنَّwa-la-nashbirannadan sungguh kami akan bersabar
- عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا'alaa maa aadzaytumuunaaterhadap apa yang kalian sakiti kami dengannya
- وَعَلَى اللَّهِwa-'alaa llaahidan kepada Allah
- فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَfa-l-yatawakkali l-mutawakkiluunahendaklah orang-orang yang bertawakal berserah diri
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَمَاwa-maadan mengapa
- لَنَاlanaabagi kami
- أَلَّاallaatidak
- نَتَوَكَّلَnatawakkalakami bertawakal
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- هَدَانَاhadaanaamemberi petunjuk kepada kami
- سُبُلَنَاsubulanaajalan-jalan Kami
- وَلَنَصْبِرَنَّwa-la-nashbirannadan sungguh kami akan bersabar
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- آذَيْتُمُونَاaadzaytumuunaakalian menyakiti kami
- وَعَلَىwa-'alaadan atas
- اللَّهِllaahiAllah
- فَلْيَتَوَكَّلِfa-l-yatawakkalimaka hendaklah bertawakal
- الْمُتَوَكِّلُونَl-mutawakkiluunaorang-orang yang bertawakal
Inti bacaan
Menghadapi ancaman pengusiran dan gangguan (lanjutan 14:13), respons rasul-rasul bukan perlawanan balik atau ketakutan, melainkan tawakal yang dijustifikasi secara logis: 'mengapa kami tidak bertawakal, padahal Dia telah menunjukkan jalan-jalan kami?', kepercayaan itu berdasar, bukan kepasrahan buta. Konkretnya: menghadapi tekanan atau ancaman dari pihak yang lebih berkuasa, kombinasi kesabaran aktif dan kepercayaan berdasar (bukan berdiam diri putus asa) adalah respons yang dimodelkan di sini, bukan membalas, tapi juga bukan menyerah pada tekanan.
Penjelasan pilihan kata
'Menyakiti' (aadzaytumuunaa): kata yang menandai gangguan atau penderitaan yang ditimpakan orang lain, dipertahankan tanpa memperhalus maknanya. Rasul-rasul ini secara terbuka mengakui penderitaan yang mereka alami, tanpa berpura-pura tidak terpengaruh.
Tafsiran
Rasul-rasul menutup jawaban mereka dengan penegasan tawakal yang berlandaskan alasan konkret (Allah sudah menunjukkan jalan mereka), disertai janji kesabaran menghadapi penganiayaan yang mereka alami. Pengakuan penderitaan ini bukan tanda kelemahan, melainkan kejujuran yang berdampingan dengan ketetapan hati.
Renungan dan Hikmah
- Tawakal yang ditunjukkan di sini tidak mengharuskan penyangkalan terhadap penderitaan nyata, rasul-rasul ini secara terbuka mengakui disakiti, sambil tetap menegaskan kesabaran dan kepercayaan mereka kepada Allah. Ketabahan sejati tidak butuh berpura-pura tidak terluka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-k-l, a-l-h, h-d-y, s-b-l, s-b-r, a-dz-y): natawakkala/yatawakkal diterjemahkan 'bertawakal' (akar w-k-l putaran 61); hadaanaa subulanaa diterjemahkan 'menunjukkan jalan-jalan kami' (akar h-d-y HDY); aadhaytumuunaa diterjemahkan 'menyakiti kami' (akar '-dz-y). gloss '(keselamatan)' dibuang.
Ayat 14:13
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ
Dan orang-orang yang kufur berkata kepada rasul-rasul mereka, “Kami pasti akan mengusir kalian dari negeri kami, atau kalian benar-benar kembali dalam ajaran kami.” Maka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُواwa-qaala lladziina kafaruudan orang-orang yang kufur berkata
- لِرُسُلِهِمْli-rusulihimkepada rasul-rasul mereka
- لَنُخْرِجَنَّكُمْla-nukhrijannakumkami pasti akan mengusir kalian
- مِنْ أَرْضِنَاmin ardhinaadari negeri kami
- أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَاaw la-ta'uudunna fii millatinaaatau kalian benar-benar kembali dalam ajaran kami
- فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْfa-awhaa ilayhim rabbuhummaka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka
- لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَla-nuhlikanna zh-zhaalimiinaKami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لِرُسُلِهِمْli-rusulihimkepada rasul-rasul mereka
- لَنُخْرِجَنَّكُمْla-nukhrijannakumsungguh kami akan mengusir kalian
- مِنْmindari
- أَرْضِنَاardhinaabumi kami
- أَوْawatau
- لَتَعُودُنَّla-ta'uudunnasungguh kalian akan kembali
- فِيfiidalam
- مِلَّتِنَاmillatinaaagama kami
- فَأَوْحَىٰfa-awhaamaka Dia mewahyukan
- إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
- رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
- لَنُهْلِكَنَّla-nuhlikannasungguh kami akan membinasakan
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Ultimatum 'kembali memeluk millah kami atau diusir' menyoroti bentuk tekanan sosial paling keras, ancaman pengucilan/pengusiran demi memaksa kesesuaian keyakinan, namun jawaban wahyu bukan menyerah pada ultimatum itu, melainkan penegasan bahwa yang zalim (pemberi ultimatum) yang akan dibinasakan. Konkretnya: tekanan mengancam pengucilan sosial demi memaksa seseorang kembali ke pola pikir/keyakinan komunitas asal adalah bentuk pemaksaan yang tidak sah, dan ayat ini menempatkan pihak yang memaksa itu sebagai pihak yang salah, bukan pihak yang bertahan pada keyakinannya.
Penjelasan pilihan kata
'Ajaran' (millah) di sini kata yang sama dengan yang diterjemahkan konsisten sejak kisah Yusuf (12:37-38): dijaga terpisah dari 'pertanggungjawaban' (diin), meski kedua akar sering disamakan menjadi 'agama' di terjemahan lain. Ancaman ini menuntut kembalinya para rasul kepada 'ajaran' kaum mereka: sebuah jalan kepercayaan spesifik yang bisa ditinggalkan atau diikuti, konsisten dengan makna dasar akar ini.
Tafsiran
Penolakan kaum-kaum ini meningkat menjadi ultimatum langsung: pengusiran atau pemurtadan paksa. Jawaban Allah datang cepat dan tegas, tanpa proses negosiasi lebih lanjut: sebuah janji pembinasaan bagi orang-orang zalim, menetapkan nasib yang akan diuraikan lebih detail di ayat-ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- 'Ajaran' (millah) di sini kata yang sama dengan yang sudah diteliti di kisah Yusuf, dipertahankan terpisah dari 'pertanggungjawaban' (diin) meski keduanya kerap dianggap satu konsep institusional yang sama, ultimatum untuk kembali kepada 'millah' menegaskan bahwa yang dituntut adalah kembali ke jalan/kredo tertentu, bukan sekadar tunduk pada otoritas umum.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'. Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.