قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَمَا كَانَ لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kalian, tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan tidak mungkin bagi kami mendatangkan kepada kalian suatu keterangan kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaklah orang-orang beriman bertawakal.

Terjemahan bertahap (9 jeda)

  1. قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْqaalat lahum rusuluhumrasul-rasul mereka berkata kepada mereka
  2. إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْin nahnu illaa basyarun mitslukumkami tidak lain hanyalah manusia seperti kalian
  3. وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّwa-laakinna llaaha yamunnutetapi Allah memberi karunia
  4. عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ'alaa man yasyaa'u min 'ibaadihikepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya
  5. وَمَا كَانَ لَنَاwa-maa kaana lanaadan tidak mungkin bagi kami
  6. أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍan na'tiyakum bi-sulthaaninmendatangkan kepada kalian suatu keterangan
  7. إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِillaa bi-idzni llaahikecuali dengan izin Allah
  8. وَعَلَى اللَّهِwa-'alaa llaahidan kepada Allah
  9. فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَfa-l-yatawakkali l-mu'minuunahendaklah orang-orang beriman bertawakal

Terjemahan per kata (29 kata)

  1. قَالَتْqaalatia berkata
  2. لَهُمْlahumkepada mereka
  3. رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
  4. إِنْinjika
  5. نَحْنُnahnukami
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. بَشَرٌbasyarunmanusia
  8. مِثْلُكُمْmitslukumseperti kalian
  9. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  10. اللَّهَllaahaAllah
  11. يَمُنُّyamunnumemberi karunia
  12. عَلَىٰ'alaaatas
  13. مَنْmanorang yang
  14. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  15. مِنْmindari
  16. عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
  17. وَمَاwa-maadan tidaklah
  18. كَانَkaanaadalah
  19. لَنَاlanaabagi kami
  20. أَنْanuntuk
  21. نَأْتِيَكُمْna'tiyakumkami datang kepada kalian
  22. بِسُلْطَانٍbi-sulthaanindengan keterangan
  23. إِلَّاillaakecuali
  24. بِإِذْنِbi-idznidengan izin
  25. اللَّهِllaahiAllah
  26. وَعَلَىwa-'alaadan atas
  27. اللَّهِllaahiAllah
  28. فَلْيَتَوَكَّلِfa-l-yatawakkalimaka hendaklah bertawakal
  29. الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman

Inti bacaan

Rasul-rasul tidak membantah bahwa mereka 'hanya manusia seperti kalian', mereka justru mengakuinya secara jujur, tetapi menggeser argumen ke soal karunia Allah yang dipilihkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bukan pada keistimewaan pribadi mereka sendiri. Konkretnya: mengakui keterbatasan atau kebiasaan diri sendiri secara jujur tidak melemahkan validitas pesan yang dibawa, kredibilitas semestinya diletakkan pada sumber dan isi pesan, bukan pada citra 'luar biasa' dari pembawanya, yang justru bisa membuat orang keliru menilai.

Penjelasan pilihan kata

Rasul-rasul ini mengafirmasi langsung tuduhan 'hanya manusia' dari ayat sebelumnya, tanpa menyangkalnya: tapi segera menambahkan bahwa kemanusiaan mereka tidak menghalangi karunia khusus dari Allah. 'Karunia' (yamunnu): akar yang sama dengan yang dipakai Yusuf saat mengucap syukur di 12:90 ('Allah telah memberi karunia kepada kami').

Tafsiran

Alih-alih menyangkal kemanusiaan mereka, rasul-rasul ini menerimanya sebagai fakta yang tidak relevan dengan keabsahan misi mereka: kemanusiaan dan karunia kenabian bukan dua hal yang saling meniadakan. Mereka juga jujur mengakui keterbatasan mereka sendiri: tidak bisa mendatangkan bukti sesuka hati, hanya dengan izin Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Rasul-rasul ini tidak mengklaim status di luar kemanusiaan biasa untuk membenarkan otoritas mereka, sebaliknya, mereka menerima kesamaan status manusiawi sebagai fakta, sambil menegaskan bahwa karunia kenabian adalah pemberian terpisah yang tidak bergantung pada status istimewa apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-s-l, b-sh-r, m-ts-l, a-l-h, m-n-n, sh-y-a, '-b-d, k-w-n, a-t-y, s-l-t, a-dz-n, w-k-l, a-m-n): bashar mithlukum diterjemahkan 'manusia seperti kalian'; yamunnu diterjemahkan 'memberi karunia' (akar m-n-n); sultaan diterjemahkan 'keterangan/hujah (dasar-klaim)', akar s-l-t (putaran 82, bukan 'kekuasaan'); tawakkal diterjemahkan 'bertawakal' (akar w-k-l putaran 61). Selaras.