وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah menunjukkan kepada kami jalan-jalan kami? Dan sungguh kami akan bersabar terhadap apa yang kalian sakiti kami dengannya. Dan kepada Allah hendaklah orang-orang yang bertawakal berserah diri.”
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- وَمَا لَنَاwa-maa lanaadan mengapa kami
- أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِallaa natawakkala 'alaa llaahitidak bertawakal kepada Allah
- وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَاwa-qad hadaanaa subulanaapadahal Dia telah menunjukkan kepada kami jalan-jalan kami
- وَلَنَصْبِرَنَّwa-la-nashbirannadan sungguh kami akan bersabar
- عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا'alaa maa aadzaytumuunaaterhadap apa yang kalian sakiti kami dengannya
- وَعَلَى اللَّهِwa-'alaa llaahidan kepada Allah
- فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَfa-l-yatawakkali l-mutawakkiluunahendaklah orang-orang yang bertawakal berserah diri
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَمَاwa-maadan mengapa
- لَنَاlanaabagi kami
- أَلَّاallaatidak
- نَتَوَكَّلَnatawakkalakami bertawakal
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- هَدَانَاhadaanaamemberi petunjuk kepada kami
- سُبُلَنَاsubulanaajalan-jalan Kami
- وَلَنَصْبِرَنَّwa-la-nashbirannadan sungguh kami akan bersabar
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- آذَيْتُمُونَاaadzaytumuunaakalian menyakiti kami
- وَعَلَىwa-'alaadan atas
- اللَّهِllaahiAllah
- فَلْيَتَوَكَّلِfa-l-yatawakkalimaka hendaklah bertawakal
- الْمُتَوَكِّلُونَl-mutawakkiluunaorang-orang yang bertawakal
Inti bacaan
Menghadapi ancaman pengusiran dan gangguan (lanjutan 14:13), respons rasul-rasul bukan perlawanan balik atau ketakutan, melainkan tawakal yang dijustifikasi secara logis: 'mengapa kami tidak bertawakal, padahal Dia telah menunjukkan jalan-jalan kami?', kepercayaan itu berdasar, bukan kepasrahan buta. Konkretnya: menghadapi tekanan atau ancaman dari pihak yang lebih berkuasa, kombinasi kesabaran aktif dan kepercayaan berdasar (bukan berdiam diri putus asa) adalah respons yang dimodelkan di sini, bukan membalas, tapi juga bukan menyerah pada tekanan.
Penjelasan pilihan kata
'Menyakiti' (aadzaytumuunaa): kata yang menandai gangguan atau penderitaan yang ditimpakan orang lain, dipertahankan tanpa memperhalus maknanya. Rasul-rasul ini secara terbuka mengakui penderitaan yang mereka alami, tanpa berpura-pura tidak terpengaruh.
Tafsiran
Rasul-rasul menutup jawaban mereka dengan penegasan tawakal yang berlandaskan alasan konkret (Allah sudah menunjukkan jalan mereka), disertai janji kesabaran menghadapi penganiayaan yang mereka alami. Pengakuan penderitaan ini bukan tanda kelemahan, melainkan kejujuran yang berdampingan dengan ketetapan hati.
Renungan dan Hikmah
- Tawakal yang ditunjukkan di sini tidak mengharuskan penyangkalan terhadap penderitaan nyata, rasul-rasul ini secara terbuka mengakui disakiti, sambil tetap menegaskan kesabaran dan kepercayaan mereka kepada Allah. Ketabahan sejati tidak butuh berpura-pura tidak terluka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-k-l, a-l-h, h-d-y, s-b-l, s-b-r, a-dz-y): natawakkala/yatawakkal diterjemahkan 'bertawakal' (akar w-k-l putaran 61); hadaanaa subulanaa diterjemahkan 'menunjukkan jalan-jalan kami' (akar h-d-y HDY); aadhaytumuunaa diterjemahkan 'menyakiti kami' (akar '-dz-y). gloss '(keselamatan)' dibuang.