وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ

Dan orang-orang yang kufur berkata kepada rasul-rasul mereka, “Kami pasti akan mengusir kalian dari negeri kami, atau kalian benar-benar kembali dalam ajaran kami.” Maka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (7 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُواwa-qaala lladziina kafaruudan orang-orang yang kufur berkata
  2. لِرُسُلِهِمْli-rusulihimkepada rasul-rasul mereka
  3. لَنُخْرِجَنَّكُمْla-nukhrijannakumkami pasti akan mengusir kalian
  4. مِنْ أَرْضِنَاmin ardhinaadari negeri kami
  5. أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَاaw la-ta'uudunna fii millatinaaatau kalian benar-benar kembali dalam ajaran kami
  6. فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْfa-awhaa ilayhim rabbuhummaka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka
  7. لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَla-nuhlikanna zh-zhaalimiinaKami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. لِرُسُلِهِمْli-rusulihimkepada rasul-rasul mereka
  5. لَنُخْرِجَنَّكُمْla-nukhrijannakumsungguh kami akan mengusir kalian
  6. مِنْmindari
  7. أَرْضِنَاardhinaabumi kami
  8. أَوْawatau
  9. لَتَعُودُنَّla-ta'uudunnasungguh kalian akan kembali
  10. فِيfiidalam
  11. مِلَّتِنَاmillatinaaagama kami
  12. فَأَوْحَىٰfa-awhaamaka Dia mewahyukan
  13. إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
  14. رَبُّهُمْrabbuhumTuhan mereka
  15. لَنُهْلِكَنَّla-nuhlikannasungguh kami akan membinasakan
  16. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Ultimatum 'kembali memeluk millah kami atau diusir' menyoroti bentuk tekanan sosial paling keras, ancaman pengucilan/pengusiran demi memaksa kesesuaian keyakinan, namun jawaban wahyu bukan menyerah pada ultimatum itu, melainkan penegasan bahwa yang zalim (pemberi ultimatum) yang akan dibinasakan. Konkretnya: tekanan mengancam pengucilan sosial demi memaksa seseorang kembali ke pola pikir/keyakinan komunitas asal adalah bentuk pemaksaan yang tidak sah, dan ayat ini menempatkan pihak yang memaksa itu sebagai pihak yang salah, bukan pihak yang bertahan pada keyakinannya.

Penjelasan pilihan kata

'Ajaran' (millah) di sini kata yang sama dengan yang diterjemahkan konsisten sejak kisah Yusuf (12:37-38): dijaga terpisah dari 'pertanggungjawaban' (diin), meski kedua akar sering disamakan menjadi 'agama' di terjemahan lain. Ancaman ini menuntut kembalinya para rasul kepada 'ajaran' kaum mereka: sebuah jalan kepercayaan spesifik yang bisa ditinggalkan atau diikuti, konsisten dengan makna dasar akar ini.

Tafsiran

Penolakan kaum-kaum ini meningkat menjadi ultimatum langsung: pengusiran atau pemurtadan paksa. Jawaban Allah datang cepat dan tegas, tanpa proses negosiasi lebih lanjut: sebuah janji pembinasaan bagi orang-orang zalim, menetapkan nasib yang akan diuraikan lebih detail di ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • 'Ajaran' (millah) di sini kata yang sama dengan yang sudah diteliti di kisah Yusuf, dipertahankan terpisah dari 'pertanggungjawaban' (diin) meski keduanya kerap dianggap satu konsep institusional yang sama, ultimatum untuk kembali kepada 'millah' menegaskan bahwa yang dituntut adalah kembali ke jalan/kredo tertentu, bukan sekadar tunduk pada otoritas umum.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'. Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.