وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

Dan mereka memohon kemenangan, dan kecewalah setiap orang yang sewenang-wenang lagi keras kepala.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَاسْتَفْتَحُواwa-istaftahuudan mereka memohon kemenangan
  2. وَخَابَwa-khaabadan kecewalah
  3. كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍkullu jabbaarin aniidinsetiap orang yang sewenang-wenang lagi keras kepala
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar f-t-h, kh-y-b, k-l-l, j-b-r, '-n-d): istaftahuu diterjemahkan 'memohon kemenangan/keputusan' (akar f-t-h); khaaba diterjemahkan 'kecewa/gagal' (akar kh-y-b); jabbaar diterjemahkan 'yang sewenang-wenang' (akar j-b-r putaran JBR, spt 5:22); aniid diterjemahkan 'keras kepala' (akar '-n-d). gloss '(para rasul)' dibuang.

Aplikasi

Permohonan 'kemenangan/keputusan' (istiftaah) berujung kekecewaan justru bagi 'setiap orang yang sewenang-wenang lagi keras kepala', dua sifat yang disebut berpasangan sebagai penyebab kegagalan, bukan kekuatan atau kecerdikan mereka. Konkretnya: kesewenang-wenangan (memaksakan kehendak atas orang lain) dan kekeraskepalaan (menolak koreksi) bukan strategi yang akhirnya menang, betapa pun tampak berkuasa untuk sementara, dua sifat ini secara struktural mengarah pada kekecewaan pada akhirnya.