يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

Dia meneguknya dan hampir tidak dapat menelannya, dan maut datang kepadanya dari setiap penjuru, tetapi dia tidak mati. Dan di hadapannya azab yang berat.

Terjemahan bertahap (7 jeda)

  1. يَتَجَرَّعُهُyatajarra'uhudia meneguknya
  2. وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُwa-laa yakaadu yusiighuhudan hampir tidak dapat menelannya
  3. وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُwa-ya'tiihi l-mawtudan maut datang kepadanya
  4. مِنْ كُلِّ مَكَانٍmin kulli makaanindari setiap penjuru
  5. وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍwa-maa huwa bi-mayyitintetapi dia tidak mati
  6. وَمِنْ وَرَائِهِwa-min waraa'ihidan di hadapannya
  7. عَذَابٌ غَلِيظٌ'adzaabun ghaliizhunazab yang berat

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. يَتَجَرَّعُهُyatajarra'uhumeneguknya
  2. وَلَاwa-laadan tidak pula
  3. يَكَادُyakaaduhampir
  4. يُسِيغُهُyusiighuhumenelannya
  5. وَيَأْتِيهِwa-ya'tiihidan datang kepadanya
  6. الْمَوْتُl-mawtukematian
  7. مِنْmindari
  8. كُلِّkullisegala
  9. مَكَانٍmakaanintempat
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. هُوَhuwaia
  12. بِمَيِّتٍbi-mayyitinyang mati
  13. وَمِنْwa-mindan dari
  14. وَرَائِهِwaraa'ihibelakangnya
  15. عَذَابٌ'adzaabunazab
  16. غَلِيظٌghaliizhunkeras

Inti bacaan

Detail bahwa maut 'datang dari setiap penjuru' namun 'ia tidak mati' menggambarkan penderitaan tanpa jalan keluar sekalipun lewat kematian, sebuah kondisi yang lebih berat justru karena tidak ada akhir yang bisa diharapkan. Konkretnya: ayat ini menantang anggapan bahwa penderitaan pasti berakhir dengan sendirinya seiring waktu, sebagian akibat pilihan hidup tidak otomatis reda; ini memperkuat pentingnya mencegah sejak awal daripada berasumsi semua penderitaan pasti sementara.

Penjelasan pilihan kata

'Di hadapannya' (min waraa'ihi): kata yang sama persis dengan 14:16, dipertahankan konsisten meski dua kali dalam rentang pendek ini, keduanya merujuk pada penderitaan lanjutan yang masih menanti. Kontras 'maut datang dari segala penjuru, tetapi dia tidak mati' menggambarkan penderitaan yang berkepanjangan tanpa akhir yang melegakan.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan gambaran siksaan dengan detail yang semakin mengerikan, bukan hanya minuman yang menjijikkan, melainkan pengalaman mendekati kematian dari segala arah tanpa benar-benar mati, sebuah penderitaan yang tidak berujung pada kelegaan apa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Maut digambarkan datang dari setiap penjuru, dan orang itu tetap tidak mati. Yang paling berat dari gambaran ini bukan sakitnya, melainkan hilangnya satu-satunya pintu yang selama ini selalu tersedia bagi manusia. Segala penderitaan di dunia punya batas paling jauh, dan di sini batas itu dicabut.
  • Kalimatnya menyebut ia meneguk dan hampir tidak dapat menelan. Bukan menolak, melainkan tetap meneguk. Yang digambarkan Allah bukan orang yang dipaksa, melainkan orang yang terus menelan sesuatu yang tak bisa ditelannya, dan itu gambaran yang tidak asing di kehidupan sebelum hari itu.
  • Sesudah semua yang digambarkan, ayatnya ditutup 'dan di hadapannya azab yang berat'. Yang baru dibaca ternyata belum bagiannya yang berat. Susunan itu menolak memberi pembacanya rasa sudah selesai, dan barangkali itulah yang paling dimaksudkan Allah dari seluruh gambaran ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-r-', k-w-d, s-w-gh, a-t-y, m-w-t, k-l-l, k-w-n, w-r-y, '-dz-b, gh-l-zh): yatajarra'u diterjemahkan 'meneguknya' (akar j-r-'); yusiighu diterjemahkan 'menelannya' (akar s-w-gh); adhaab ghaliizh diterjemahkan 'azab yang berat/keras' (akar gh-l-zh). gloss '(air nanah itu)/(bahaya)' dibuang.