أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru.

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. أَلَمْ تَرَa-lam taratidakkah engkau melihat
  2. أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَanna llaaha khalaqa s-samaawaati wa-l-ardabahwa Allah menciptakan langit dan bumi
  3. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan hak
  4. إِنْ يَشَأْin yasha'jika Dia menghendaki
  5. يُذْهِبْكُمْyudzhibkumDia membinasakan kalian
  6. وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍwa-ya'ti bi-khalqin jadiidindan mendatangkan makhluk yang baru
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-a-y, a-l-h, kh-l-q, s-m-w, a-r-d, h-q-q, sh-y-a, dz-h-b, a-t-y, j-d-d): khalaqa…bi-l-haqq diterjemahkan 'menciptakan dengan hak/benar' (akar kh-l-q + akar h-q-q); yudhhibkum diterjemahkan 'membinasakan kalian' (akar dz-h-b); khalq jadiid diterjemahkan 'makhluk baru' (akar kh-l-q). gloss '(untuk menggantikanmu)' dibuang.

Aplikasi

Penciptaan langit dan bumi ditegaskan terjadi 'dengan hak' (bi-l-haqq), bukan asal atau sia-sia, sekaligus diingatkan bahwa keberadaan manusia sendiri bersifat kontingen: Allah bisa membinasakan dan mendatangkan makhluk baru jika menghendaki. Konkretnya: kesadaran bahwa keberadaan diri bukan sesuatu yang taken-for-granted atau hak mutlak semestinya menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab, bukan rasa berhak (entitlement), keberlangsungan hidup adalah sesuatu yang terus-menerus bergantung, bukan properti yang otomatis dimiliki selamanya.