أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- أَلَمْ تَرَa-lam taratidakkah engkau melihat
- أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَanna llaaha khalaqa s-samaawaati wa-l-ardhabahwa Allah menciptakan langit dan bumi
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan hak
- إِنْ يَشَأْin yasya'jika Dia menghendaki
- يُذْهِبْكُمْyudzhibkumDia membinasakan kalian
- وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍwa-ya'ti bi-khalqin jadiidindan mendatangkan makhluk yang baru
Terjemahan per kata (14 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- تَرَtaraengkau memperhatikan
- أَنَّannabahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- خَلَقَkhalaqamenciptakan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- إِنْinjika
- يَشَأْyasya'menghendaki
- يُذْهِبْكُمْyudzhibkummelenyapkan kalian
- وَيَأْتِwa-ya'tidan mendatangkan
- بِخَلْقٍbi-khalqindengan ciptaan
- جَدِيدٍjadiidinyang baru
Inti bacaan
Penciptaan langit dan bumi ditegaskan terjadi 'dengan hak' (bi-l-haqq), bukan asal atau sia-sia, sekaligus diingatkan bahwa keberadaan manusia sendiri bersifat kontingen: Allah bisa membinasakan dan mendatangkan makhluk baru jika menghendaki. Konkretnya: kesadaran bahwa keberadaan diri bukan sesuatu yang taken-for-granted atau hak mutlak semestinya menumbuhkan rasa syukur dan tanggung jawab, bukan rasa berhak (entitlement), keberlangsungan hidup adalah sesuatu yang terus-menerus bergantung, bukan properti yang otomatis dimiliki selamanya.
Penjelasan pilihan kata
'Dengan hak' (bi-l-haqq): akar yang sama dengan 'kebenaran' (al-haqq) yang dipakai di 13:1 dan 12:51; di sini menandai bahwa penciptaan langit dan bumi bukan tanpa tujuan atau sia-sia, melainkan didasarkan pada kebenaran/keadilan. Ayat ini bergeser dari nasib orang-orang kufur secara spesifik ke prinsip yang lebih luas tentang kuasa Allah atas seluruh ciptaan.
Tafsiran
Ayat ini memperluas cakupan argumen dari nasib individu para penolak ke kuasa Allah yang jauh lebih besar: kemampuan untuk membinasakan seluruh ciptaan dan menggantikannya dengan yang baru, sebuah pengingat tentang skala kuasa yang jauh melampaui nasib satu kelompok penolak saja.
Renungan dan Hikmah
- Yang disebut Allah bukan menghukum, melainkan 'membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru'. Ancaman diganti berbeda sifatnya dari ancaman disiksa, dan lebih sunyi: yang dihukum masih dianggap penting, sedangkan yang diganti ternyata tidak diperlukan sejak awal. Manusia jarang membayangkan dirinya bisa sekadar dilewati.
- Langit dan bumi disebut diciptakan 'dengan hak', yaitu berdasar kebenaran, bukan sembarangan. Kalimat itu berdiri tepat sebelum penyebutan kuasa membinasakan, dan keduanya harus dibaca bersama. Yang sanggup mengakhiri semuanya adalah Yang menegakkan semuanya di atas kebenaran, jadi kuasa itu tak pernah lepas dari ukurannya sendiri.
- Sebelumnya yang dibicarakan nasib satu kelompok penolak; di ayat ini Allah tiba-tiba membicarakan langit dan bumi. Perpindahan ukuran itu sendiri jawabannya. Sebagian perdebatan tidak diselesaikan dengan argumen tambahan, melainkan dengan berdiri agak jauh sampai kelihatan seberapa besar sebenarnya perkara yang sedang diperbesar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, a-l-h, kh-l-q, s-m-w, a-r-d, h-q-q, sh-y-a, dz-h-b, a-t-y, j-d-d): khalaqa…bi-l-haqq diterjemahkan 'menciptakan dengan hak/benar' (akar kh-l-q + akar h-q-q); yudhhibkum diterjemahkan 'membinasakan kalian' (akar dz-h-b); khalq jadiid diterjemahkan 'makhluk baru' (akar kh-l-q). gloss '(untuk menggantikanmu)' dibuang.