وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ
Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا ذَٰلِكَwa-maa dzaalikadan yang demikian itu tidak
- عَلَى اللَّهِalaa llaahibagi Allah
- بِعَزِيزٍbi-aziizinsulit
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'digdaya' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Penegasan singkat bahwa membinasakan dan mengganti makhluk (dari 14:19) 'bagi Allah tidak sulit' menempatkan skala kuasa-Nya di luar perbandingan dengan keterbatasan manusia. Konkretnya: kecenderungan menganggap sesuatu 'mustahil berubah' karena tampak besar atau mapan dari sudut pandang manusia perlu diuji ulang, sesuatu yang tampak permanen bagi manusia bisa jadi sangat mudah diubah dari perspektif yang lebih besar, sehingga kesombongan atas kemapanan diri sendiri sesungguhnya rapuh.