وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ
Dan yang demikian itu bagi Allah tidak sulit.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا ذَٰلِكَwa-maa dzaalikadan yang demikian itu tidak
- عَلَى اللَّهِ'alaa llaahibagi Allah
- بِعَزِيزٍbi-'aziizinsulit
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- بِعَزِيزٍbi-'aziizinsulit
Inti bacaan
Penegasan singkat bahwa membinasakan dan mengganti makhluk (dari 14:19) 'bagi Allah tidak sulit' menempatkan skala kuasa-Nya di luar perbandingan dengan keterbatasan manusia. Konkretnya: kecenderungan menganggap sesuatu 'mustahil berubah' karena tampak besar atau mapan dari sudut pandang manusia perlu diuji ulang, sesuatu yang tampak permanen bagi manusia bisa jadi sangat mudah diubah dari perspektif yang lebih besar, sehingga kesombongan atas kemapanan diri sendiri sesungguhnya rapuh.
Penjelasan pilihan kata
'Sulit' (aziiz) di sini adalah facet ketiga dari akar yang sama yang sudah dipakai dua kali berbeda sebelumnya: sebagai gelar/nama manusia ('al-Aziiz', pembesar Mesir di kisah Yusuf) dan sebagai sifat ilahi ('Sang Digdaya', 14:1 dan 14:4). Di sini, dalam bentuk idiom 'X alaa Y bi-aziiz', akar yang sama justru bermakna 'sulit/berat', bukan 'perkasa': makna yang dikonfirmasi kamus-kamus klasik sebagai penerapan yang berdiri sendiri dari akar ini, bukan kesalahan atau penyimpangan.
Tafsiran
Ayat pendek ini menyimpulkan poin dari ayat sebelumnya: membinasakan dan menciptakan makhluk baru bukan sesuatu yang sulit bagi Allah, betapapun besar skalanya bagi manusia. Kesederhanaan pernyataan ini menegaskan skala kuasa yang jauh melampaui pemahaman manusia biasa tentang 'sulit' atau 'mudah'.
Renungan dan Hikmah
- Akar yang sama (zz) muncul dalam tiga wajah berbeda dalam terjemahan ini: gelar manusia (al-Aziz, Mesir), sifat ilahi (Sang Digdaya), dan di sini kata sifat biasa ('sulit'); sebuah demonstrasi konkret bahwa satu akar Arab bisa punya beberapa facet makna yang sah, masing-masing ditentukan oleh fungsi gramatikal dan konteksnya, bukan dipaksa menjadi satu padanan tunggal di semua tempat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.