وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ ۖ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

Dan mereka semua berkumpul menghadap Allah, lalu orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Sesungguhnya kami dahulu pengikut kalian, maka dapatkah kalian mencukupi kami dari azab Allah sedikit pun?” Mereka menjawab, “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami memberi petunjuk kepada kalian. Sama saja bagi kami, apakah kami mengeluh atau bersabar, tidak ada bagi kami tempat pelarian.”

Terjemahan bertahap (11 jeda)

  1. وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًاwa-barazuu li-llaahi jamii'andan mereka semua berkumpul menghadap Allah
  2. فَقَالَ الضُّعَفَاءُfa-qaala dh-dhu'afaa'ulalu orang-orang yang lemah berkata
  3. لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُواli-lladziina stakbaruukepada orang-orang yang menyombongkan diri
  4. إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًاinnaa kunnaa lakum taba'ansesungguhnya kami dahulu pengikut kalian
  5. فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّاfa-hal antum mughnuuna 'annaamaka dapatkah kalian mencukupi kami
  6. مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍmin 'adzaabi llaahi min syay'indari azab Allah sedikit pun
  7. قَالُواqaaluumereka menjawab
  8. لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْlaw hadaanaa llaahu la-hadaynaakumsekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami memberi petunjuk kepada kalian
  9. سَوَاءٌ عَلَيْنَاsawaa'un 'alaynaasama saja bagi kami
  10. أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَاa-jazi'naa am shabarnaaapakah kami mengeluh atau bersabar
  11. مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍmaa lanaa min mahiishintidak ada bagi kami tempat pelarian

Terjemahan per kata (34 kata)

  1. وَبَرَزُواwa-barazuudan mereka tampak
  2. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  3. جَمِيعًاjamii'ansemuanya
  4. فَقَالَfa-qaalalalu berkata
  5. الضُّعَفَاءُdh-dhu'afaa'uorang-orang lemah
  6. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  7. اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
  8. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  9. كُنَّاkunnaakami adalah
  10. لَكُمْlakumkepada kalian
  11. تَبَعًاtaba'anpengikut
  12. فَهَلْfa-halmaka apakah
  13. أَنْتُمْantumkalian
  14. مُغْنُونَmughnuunayang dapat menolak
  15. عَنَّا'annaadari kami
  16. مِنْmindari
  17. عَذَابِ'adzaabiazab
  18. اللَّهِllaahiAllah
  19. مِنْmindari
  20. شَيْءٍsyay'insesuatu
  21. قَالُواqaaluumereka berkata
  22. لَوْlawsekiranya
  23. هَدَانَاhadaanaamemberi petunjuk kepada kami
  24. اللَّهُllaahuAllah
  25. لَهَدَيْنَاكُمْla-hadaynaakumsungguh kami akan menunjukkan kalian
  26. سَوَاءٌsawaa'unsama saja
  27. عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
  28. أَجَزِعْنَاa-jazi'naaapakah kita berkeluh kesah
  29. أَمْamatau
  30. صَبَرْنَاshabarnaakami bersabar
  31. مَاmaatidaklah
  32. لَنَاlanaabagi kami
  33. مِنْmindari
  34. مَحِيصٍmahiishintempat lari

Inti bacaan

Adegan ini menggambarkan pengikut yang menuntut pertanggungjawaban dari pemimpin yang dulu mereka ikuti secara buta ('kami dahulu adalah pengikut-pengikut kalian'), namun pemimpin itu sendiri ternyata sama tidak berdayanya dan tidak bisa menolong siapa pun, bahkan diri mereka sendiri. Konkretnya: mengikuti seseorang secara membabi buta karena pengaruh atau status sosialnya bukan pertahanan yang sah kelak, tanggung jawab moral tetap melekat pada individu yang memilih untuk mengikuti, bukan berpindah ke pihak yang diikuti; sebelum menyerahkan penilaian pada figur otoritatif, periksa apakah otoritas itu sendiri punya dasar yang kuat.

Penjelasan pilihan kata

'Mencukupi' (mughnuuna): akar yang sama dengan 'berkecukupan' (ghaniyy) yang menutup 14:8, kini dalam bentuk yang berbeda (partisipel aktif transitif, 'mencukupi orang lain dari sesuatu'), diterapkan pada permintaan pengikut lemah kepada pemimpin sombong mereka. Facet yang berbeda dari akar yang sama: 'berkecukupan' (Allah tidak butuh apa pun) versus 'mencukupi' (menyediakan bagi orang lain), dua sisi dari konsep dasar yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian panjang tentang penolakan dan konsekuensinya dengan adegan di akhirat, pengikut yang lemah berharap pemimpin mereka yang dulu disombongkan bisa menolong mereka, tapi jawabannya justru pengakuan kegagalan bersama: tidak ada seorang pun yang bisa saling menolong, dan bahkan sikap menerima (sabar) atau menolak (mengeluh) nasib mereka pun sama-sama tidak mengubah apa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Adegan ini menyingkap kekosongan relasi kekuasaan duniawi di hadapan konsekuensi akhirat, kesetiaan mengikuti pemimpin yang sombong tidak memberi perlindungan apa pun ketika saatnya tiba, sebuah pengingat tentang batas nilai hierarki sosial yang dibangun tanpa dasar kebenaran.
  • Pengakuan 'sama saja bagi kami, mengeluh atau bersabar' menyingkap kondisi tanpa harapan di mana bahkan respons emosional pun kehilangan maknanya, sebuah gambaran kondisi akhir yang jauh lebih menekankan keputusasaan daripada penjelasan filosofis tentang mengapa demikian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

mughnuun annaa diterjemahkan 'menghindarkan kami dari' (cabang an, terjemahan lain);: pengikut-pengikutKUM 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').