وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ
Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dimasukkan ke taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya dengan izin Tuhan mereka. Penghormatan mereka di dalamnya adalah salam.
Terjemahan bertahap (7 jeda)
- وَأُدْخِلَwa-udkhiladan dimasukkan
- الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِalladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatiorang-orang yang beriman dan beramal saleh
- جَنَّاتٍjannaatinke taman-taman
- تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُtajrii min tahtihaa l-anhaarumengalir di bawahnya sungai-sungai
- خَالِدِينَ فِيهَاkhaalidiina fiihaakekal di dalamnya
- بِإِذْنِ رَبِّهِمْbi-idzni rabbihimdengan izin Tuhan mereka
- تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌtahiyyatuhum fiihaa salaamunpenghormatan mereka di dalamnya adalah salam
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَأُدْخِلَwa-udkhiladan dimasukkan
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- تَجْرِيtajriimengalir
- مِنْmindari
- تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
- الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- بِإِذْنِbi-idznidengan izin
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- تَحِيَّتُهُمْtahiyyatuhumsalam mereka
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
Inti bacaan
Kembali pasangan 'beriman dan beramal saleh' disebut sebagai syarat bersama untuk balasan surga, sementara suasana yang digambarkan di dalamnya adalah 'salam' sebagai bentuk penghormatan, kontras dengan kekacauan dan saling menyalahkan yang baru digambarkan di 14:21-22. Konkretnya: lingkungan yang dipenuhi kedamaian dan saling menghormati (salam) sebagai balasan menekankan bahwa kualitas relasi antarmanusia, bukan hanya pencapaian individual, adalah bagian dari apa yang diperjuangkan; iman dan amal saleh idealnya menghasilkan pergaulan yang damai, bukan yang penuh saling tuding seperti digambarkan sebelumnya.
Penjelasan pilihan kata
'Penghormatan' (tahiyyah): akar yang sama dengan 'hidup' (hayaat), menandai sapaan yang menandakan kehidupan/kesejahteraan; 'salam' dipertahankan sebagai kata yang sudah umum dalam bahasa Indonesia, tidak diterjemahkan lebih jauh.
Tafsiran
Ayat ini kembali ke gambaran balasan bagi orang beriman, kontras langsung dengan siksaan yang baru dijelaskan sebelumnya: taman dengan sungai mengalir, kekekalan, dan sapaan damai, sebuah citra ketenangan setelah rangkaian panjang tentang konflik dan penolakan.
Renungan dan Hikmah
- Kata untuk penghormatan di ayat ini seakar dengan kata untuk hidup. Menyapa seseorang berarti mendoakan ia hidup. Dan sapaan yang dipilih Allah untuk tempat itu 'salam', yaitu keselamatan, jadi seluruh isinya cuma dua hal yang paling dasar yang bisa diinginkan seseorang untuk orang lain.
- Kekalnya disebut 'dengan izin Tuhan mereka'. Bahkan yang tak berujung di sana tidak dipegang sebagai hak. Tak ada satu pun bagian dari tempat itu yang berdiri di atas klaim, dan justru itu yang membedakannya dari segala yang pernah dikumpulkan orang di dunia.
- Dua ayat sebelumnya berisi saling menyalahkan di hadapan Allah, dan ayat ini menyebut sapaan mereka salam. Yang dipertentangkan bukan tempatnya, melainkan cara penghuninya berbicara satu sama lain. Sebagian besar penderitaan memang lahir dari kalimat yang diucapkan orang kepada sesamanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-kh-l, a-m-n, '-m-l, s-l-h, j-n-n, j-r-y, t-h-t, n-h-r, kh-l-d, a-dz-n, r-b-b, h-y-y, s-l-m): udkhila diterjemahkan 'dimasukkan' (akar d-kh-l); idhn diterjemahkan 'izin' (akar '-dz-n); tahiyyah diterjemahkan 'penghormatan' (akar h-y-y); salaam diterjemahkan 'salam (keselamatan)'. footnote-marker dibuang.