أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
Tidakkah engkau melihat bagaimana Allah membuat perumpamaan sebuah kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya menjulang ke langit,
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- أَلَمْ تَرَ كَيْفَa-lam tara kayfatidakkah engkau melihat bagaimana
- ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًاdharaba llaahu matsalanAllah membuat perumpamaan
- كَلِمَةً طَيِّبَةًkalimatan thayyibatansebuah kalimat yang baik
- كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍka-syajaratin thayyibatinseperti pohon yang baik
- أَصْلُهَا ثَابِتٌashluhaa tsaabitunakarnya kokoh
- وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِwa-far'uhaa fii s-samaa'idan cabangnya menjulang ke langit
Terjemahan per kata (15 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- تَرَtaraengkau memperhatikan
- كَيْفَkayfabagaimana
- ضَرَبَdharabamembuat
- اللَّهُllaahuAllah
- مَثَلًاmatsalanperumpamaan
- كَلِمَةًkalimatankalimat
- طَيِّبَةًthayyibatanyang baik
- كَشَجَرَةٍka-syajaratinseperti pohon
- طَيِّبَةٍthayyibatinyang baik
- أَصْلُهَاashluhaaakarnya
- ثَابِتٌtsaabitunkukuh
- وَفَرْعُهَاwa-far'uhaadan cabangnya
- فِيfiike
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
Inti bacaan
Perumpamaan 'kalimat yang baik' digambarkan lewat pohon dengan dua ciri sekaligus: akar yang kokoh (di bawah, tak terlihat) dan cabang yang menjulang ke langit (di atas, terlihat), kekuatan yang tidak tampak menopang buah yang tampak. Konkretnya: sesuatu yang tampak berbuah baik di permukaan (ucapan, karya, reputasi) hanya bertahan jika ditopang fondasi yang kokoh dan tidak selalu terlihat orang lain, investasi pada akar (integritas, prinsip, konsistensi internal) yang tidak dipertontonkan itulah yang menentukan daya tahan buah yang dipertontonkan.
Penjelasan pilihan kata
'Kalimat' (kalimah) (dipertahankan diterjemahkan langsung, bukan ditransliterasi sebagai 'kalimah') merujuk pada suatu ucapan atau pernyataan, dalam konteks ini kemungkinan merujuk pada kalimat tauhid atau ucapan kebenaran secara umum. 'Kokoh' (tsaabit) akan segera dipakai lagi di 14:27 untuk menggambarkan 'ucapan yang teguh', menghubungkan perumpamaan pohon ini dengan prinsip keteguhan yang akan dijelaskan.
Tafsiran
Perumpamaan ini membandingkan sebuah kalimat/ucapan yang baik dengan pohon yang berakar kokoh dan bercabang tinggi: citra pertumbuhan yang stabil dari bawah dan menjulang ke atas, menyiratkan bahwa kebaikan sejati punya fondasi yang dalam sekaligus jangkauan yang luas.
Renungan dan Hikmah
- Kata 'kokoh' (tsaabit) yang menggambarkan akar pohon ini akan segera dipakai lagi di 14:27 untuk 'ucapan yang teguh', menghubungkan citra fisik pohon berakar kuat dengan prinsip keteguhan iman yang akan dijelaskan lebih eksplisit setelah perumpamaan ini selesai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, k-y-f, d-r-b, a-l-h, m-ts-l, k-l-m, t-y-b, sh-j-r, a-s-l, ts-b-t, f-r-', s-m-w): daraba mathalan diterjemahkan 'membuat perumpamaan' (akar d-r-b); kalimah tayyibah diterjemahkan 'kalimat yang baik' (akar k-l-m KLM; DITERJEMAH, bukan transliterasi); asl thaabit diterjemahkan 'akar kokoh' (akar '-s-l + akar ts-b-t); far' diterjemahkan 'cabang' (akar f-r-'). footnote-marker dibuang.