تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

ia memberikan buahnya setiap waktu dengan izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan untuk manusia, agar mereka mengambil pelajaran.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. تُؤْتِي أُكُلَهَاtu'tii ukulahaaia memberikan buahnya
  2. كُلَّ حِينٍkulla hiininsetiap waktu
  3. بِإِذْنِ رَبِّهَاbi-idzni rabbihaadengan izin Tuhannya
  4. وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَwa-yadhribu llaahu l-amtsaaladan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan
  5. لِلنَّاسِli-n-naasiuntuk manusia
  6. لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَla'allahum yatadzakkaruunaagar mereka mengambil pelajaran

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. تُؤْتِيtu'tiimemberikan
  2. أُكُلَهَاukulahaabuahnya
  3. كُلَّkullasetiap
  4. حِينٍhiininwaktu tertentu
  5. بِإِذْنِbi-idznidengan izin
  6. رَبِّهَاrabbihaaTuhannya
  7. وَيَضْرِبُwa-yadhribudan Dia membuat
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. الْأَمْثَالَl-amtsaalaperumpamaan
  10. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  11. لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
  12. يَتَذَكَّرُونَyatadzakkaruunamereka mengambil pelajaran

Inti bacaan

Pohon yang baik itu 'memberikan buahnya setiap waktu', bukan sesekali atau musiman, menandakan bahwa kebaikan yang berakar kuat menghasilkan buah secara konsisten, bukan sporadis. Konkretnya: ucapan atau tindakan baik yang genuin semestinya menghasilkan dampak baik secara berkelanjutan, bukan hanya di momen-momen tertentu yang mudah dilihat orang, konsistensi sepanjang waktu adalah ciri pembeda antara kebaikan yang berakar sungguhan dan kebaikan yang pura-pura atau musiman.

Penjelasan pilihan kata

'Mengambil pelajaran' (yatadzakkaruuna), akar yang sama dengan 'peringatan' (dzikr) yang berulang di terjemahan ini, menegaskan tujuan perumpamaan: bukan sekadar ilustrasi indah, melainkan sarana mengingat dan merenung.

Tafsiran

Ayat ini menutup gambaran pohon yang baik dengan menegaskan produktivitasnya yang berkelanjutan (buah setiap waktu), lalu menjelaskan tujuan perumpamaan secara umum: mengundang manusia untuk mengambil pelajaran, bukan sekadar menikmati citra yang indah.

Renungan dan Hikmah

  • Pohon yang baik disebut memberikan buahnya 'setiap waktu'. Bukan pada musimnya, bukan sesekali ketika keadaan mendukung. Yang menandai sesuatu berakar kuat menurut perumpamaan Allah bukan besarnya hasil, melainkan bahwa hasilnya tidak berhenti.
  • Bahkan buah pohon yang baik disebut keluar 'dengan izin Tuhannya'. Akar yang kuat dan batang yang tegak tidak cukup dengan sendirinya. Yang sudah menyiapkan segalanya dengan benar pun tetap menunggu sesuatu yang bukan miliknya untuk diberikan.
  • Tujuan perumpamaan disebut terang: 'agar mereka mengambil pelajaran'. Bukan agar indah, bukan agar mudah. Allah menyebutkan maksudnya sendiri, dan itu menutup pintu bagi pembacaan yang berhenti pada keindahan gambarnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-t-y, a-k-l, k-l-l, h-y-n, a-dz-n, r-b-b, d-r-b, a-l-h, m-ts-l, n-w-s, dz-k-r): tu'tii ukulahaa diterjemahkan 'memberikan buahnya' (akar '-t-y + akar '-k-l); idhn diterjemahkan 'izin' (akar '-dz-n); yatadhakkaruun diterjemahkan 'mengambil pelajaran' (akar dz-k-r). Selaras.