وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ
Dan perumpamaan sebuah kalimat yang buruk, seperti pohon yang buruk, yang dicabut dari permukaan bumi, ia tidak memiliki ketetapan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍwa-matsalu kalimatin khabiitsatindan perumpamaan sebuah kalimat yang buruk
- كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍka-syajaratin khabiitsatinseperti pohon yang buruk
- اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِijtutstsat min fawqi l-ardhiyang dicabut dari permukaan bumi
- مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍmaa lahaa min qaraarinia tidak memiliki ketetapan
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَمَثَلُwa-matsaludan perumpamaan
- كَلِمَةٍkalimatinkalimat
- خَبِيثَةٍkhabiitsatinyang buruk
- كَشَجَرَةٍka-syajaratinseperti pohon
- خَبِيثَةٍkhabiitsatinyang buruk
- اجْتُثَّتْijtutstsattercabut
- مِنْmindari
- فَوْقِfawqiatas
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- مَاmaatidaklah
- لَهَاlahaabaginya
- مِنْmindari
- قَرَارٍqaraarintempat menetap
Inti bacaan
Kontras langsung dengan pohon yang baik: 'kalimat yang buruk' diumpamakan sebagai pohon yang 'dicabut dari permukaan bumi' dan 'tidak memiliki ketetapan (qaraar)', tanpa akar sama sekali, bukan sekadar akar yang lemah. Konkretnya: ucapan atau sikap yang dibangun tanpa fondasi nyata (kebohongan, janji kosong, citra yang dipoles) pada akhirnya tidak punya pijakan sama sekali, betapa pun tampak menjulang sesaat, ketiadaan akar membuatnya rentan tercabut habis oleh gangguan pertama yang datang.
Penjelasan pilihan kata
'Dicabut' (ijtutstsat): kontras langsung dengan 'akarnya kokoh' (asluhaa tsaabit) di 14:24; alih-alih berakar dalam, pohon ini tercabut sepenuhnya, tanpa pijakan sama sekali. 'Ketetapan' (qaraar) menandai ketiadaan stabilitas atau kemantapan, sebuah kondisi yang sepenuhnya berlawanan dengan pohon yang baik.
Tafsiran
Perumpamaan kedua ini adalah kebalikan sempurna dari yang pertama, bukan berakar kokoh, melainkan tercabut sepenuhnya, tanpa pijakan atau masa depan. Kontras ini menegaskan bahwa kalimat/ucapan buruk pada akhirnya tidak punya fondasi yang bisa bertahan, betapapun mungkin tampak kuat sesaat.
Renungan dan Hikmah
- Dua perumpamaan pohon ini (baik-berakar-kokoh vs buruk-tercabut) bukan sekadar ilustrasi moral abstrak, ia menawarkan kerangka evaluasi praktis: sesuatu yang benar-benar baik akan menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan, sementara yang buruk pada akhirnya terbukti tanpa fondasi, betapapun tampilan awalnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-ts-l, k-l-m, kh-b-ts, sh-j-r, j-ts-ts, f-w-q, a-r-d, q-r-r): kalimah khabiithah diterjemahkan 'kalimat yang buruk' (akar k-l-m KLM); ijtuththat diterjemahkan 'dicabut' (akar j-ts-ts); qaraar diterjemahkan 'ketetapan (kestabilan)' (akar q-r-r). footnote-marker dibuang.