وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ

Dan perumpamaan sebuah kalimat yang buruk, seperti pohon yang buruk, yang dicabut dari permukaan bumi, ia tidak memiliki ketetapan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍwa-matsalu kalimatin khabiitsatindan perumpamaan sebuah kalimat yang buruk
  2. كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍka-shajaratin khabiitsatinseperti pohon yang buruk
  3. اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِijtutstsat min fawqi l-ardiyang dicabut dari permukaan bumi
  4. مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍmaa lahaa min qaraarinia tidak memiliki ketetapan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar m-ts-l, k-l-m, kh-b-ts, sh-j-r, j-ts-ts, f-w-q, a-r-d, q-r-r): kalimah khabiithah diterjemahkan 'kalimat yang buruk' (akar k-l-m KLM); ijtuththat diterjemahkan 'dicabut' (akar j-ts-ts); qaraar diterjemahkan 'ketetapan (kestabilan)' (akar q-r-r). footnote-marker dibuang.

Aplikasi

Kontras langsung dengan pohon yang baik: 'kalimat yang buruk' diumpamakan sebagai pohon yang 'dicabut dari permukaan bumi' dan 'tidak memiliki ketetapan (qaraar)', tanpa akar sama sekali, bukan sekadar akar yang lemah. Konkretnya: ucapan atau sikap yang dibangun tanpa fondasi nyata (kebohongan, janji kosong, citra yang dipoles) pada akhirnya tidak punya pijakan sama sekali, betapa pun tampak menjulang sesaat, ketiadaan akar membuatnya rentan tercabut habis oleh gangguan pertama yang datang.