أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ
Tidakkah engkau melihat orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekufuran, dan menempatkan kaum mereka di negeri kebinasaan,
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَa-lam tara ilaa lladziinatidakkah engkau melihat orang-orang yang
- بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًاbaddaluu ni'mata llaahi kufranmenukar nikmat Allah dengan kekufuran
- وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْwa-ahalluu qawmahumdan menempatkan kaum mereka
- دَارَ الْبَوَارِdaara l-bawaaridi negeri kebinasaan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar r-a-y, b-d-l, n-'-m, a-l-h, k-f-r, h-l-l, q-w-m, d-w-r, b-w-r): baddaluu diterjemahkan 'menukar' (akar b-d-l putaran BDL); ni'mat allaah diterjemahkan 'nikmat Allah'; ahalluu diterjemahkan 'menempatkan (menjatuhkan)' (akar h-l-l); daar al-bawaar diterjemahkan 'negeri kebinasaan' (akar b-w-r). Selaras.
Aplikasi
Tindakan 'menukar nikmat Allah dengan kekufuran' digambarkan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi 'menempatkan kaum mereka di negeri kebinasaan', pemimpin/tokoh yang tidak bersyukur menyeret komunitasnya ke akibat buruk bersama. Konkretnya: sikap tidak tahu berterima kasih atau salah kelola atas apa yang telah diberikan, terutama oleh mereka yang punya pengaruh atas orang banyak, bukan kegagalan pribadi yang berdiri sendiri, ia menular dan menyeret orang-orang yang bergantung atau mengikuti mereka ke akibat yang sama.