جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ الْقَرَارُ
Jahanam, yang mereka masuki, dan itu seburuk-buruk tempat menetap.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- جَهَنَّمَJahannamaJahanam
- يَصْلَوْنَهَاyashlawnahaayang mereka masuki
- وَبِئْسَ الْقَرَارُwa-bi'sa l-qaraarudan itu seburuk-buruk tempat menetap
Terjemahan per kata (4 kata)
- جَهَنَّمَJahannamaJahanam
- يَصْلَوْنَهَاyashlawnahaamereka memasukinya
- وَبِئْسَwa-bi'sadan seburuk-buruk
- الْقَرَارُl-qaraarutempat menetap
Inti bacaan
Konsekuensi berat digambarkan sebagai 'tempat menetap', penekanan pada sifat menetap/permanen dari konsekuensi tersebut, bukan sekadar hukuman sementara, menegaskan keseriusan pilihan yang mengarah ke sana.
Penjelasan pilihan kata
'Tempat menetap' (qaraar): kata yang sama persis dengan 14:26, di sana menggambarkan ketiadaan ketetapan pohon yang buruk ('ia tidak memiliki qaraar'), di sini menggambarkan Jahanam sebagai qaraar yang buruk. Penggunaan yang berlawanan-tapi-terkait: pohon buruk tidak punya qaraar sama sekali, sementara pelakunya justru berakhir di qaraar yang mengerikan.
Tafsiran
Ayat pendek ini menutup penjelasan tentang nasib para penukar nikmat dengan gambaran singkat namun tegas; Jahanam sebagai tempat menetap terburuk, ironi yang terkait dengan pohon tak berketetapan di 14:26: mereka yang menukar nikmat menjadi kufur akhirnya menemukan 'ketetapan' mereka sendiri di tempat yang paling buruk.
Renungan dan Hikmah
- Kata 'qaraar' (tempat menetap/ketetapan) muncul di sini persis sama dengan yang menggambarkan pohon buruk 'tanpa qaraar' di 14:26, sebuah ironi tekstual: mereka yang jalannya seperti pohon tanpa ketetapan pada akhirnya menemukan ketetapan mereka sendiri, tapi di tempat yang paling buruk.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-l-y, b-a-s, q-r-r): yaslawnahaa diterjemahkan 'mereka masuki (terbakar di dalamnya)' (akar s-l-y); qaraar diterjemahkan 'tempat menetap' (akar q-r-r). gloss '(yaitu neraka)' dibuang.