قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, “Hendaklah mereka menegakkan salat dan menginfakkan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, sebelum datang suatu hari yang tidak ada jual beli di dalamnya dan tidak ada pula persahabatan.”

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُواqul li-'ibaadiya lladziina aamanuukatakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman
  2. يُقِيمُوا الصَّلَاةَyuqiimuu sh-shalaatahendaklah mereka menegakkan salat
  3. وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْwa-yunfiquu mimmaa razaqnaahumdan menginfakkan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka
  4. سِرًّا وَعَلَانِيَةًsirran wa-'alaaniyatansecara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan
  5. مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌmin qabli an ya'tiya yawmunsebelum datang suatu hari
  6. لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌlaa bay'un fiihi wa-laa khilaaluntidak ada jual beli di dalamnya dan tidak ada pula persahabatan

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. لِعِبَادِيَli-'ibaadiyakepada hamba-hamba-Ku
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. يُقِيمُواyuqiimuuhendaklah mereka menegakkan
  6. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  7. وَيُنْفِقُواwa-yunfiquudan hendaklah mereka menginfakkan
  8. مِمَّاmimmaadari apa yang
  9. رَزَقْنَاهُمْrazaqnaahumKami rezekikan kepada mereka
  10. سِرًّاsirrandengan rahasia
  11. وَعَلَانِيَةًwa-'alaaniyatandan terang-terangan
  12. مِنْmindari
  13. قَبْلِqablisebelum
  14. أَنْanbahwa
  15. يَأْتِيَya'tiyamendatangkan
  16. يَوْمٌyawmunhari
  17. لَاlaatidak
  18. بَيْعٌbay'unjual beli
  19. فِيهِfiihidi dalamnya
  20. وَلَاwa-laadan tidak pula
  21. خِلَالٌkhilaalunpersahabatan

Inti bacaan

Urgensi ditegaskan: beribadah dan berbagi 'sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan', sebuah peringatan bahwa 'mata uang' sosial (uang, relasi, tawar-menawar) yang berfungsi sekarang tidak akan berlaku lagi kelak. Konkretnya: menyadari bahwa sumber daya dan koneksi sosial yang berfungsi sebagai leverage sekarang (uang, relasi, pengaruh) punya tanggal kedaluwarsa dalam hal-hal yang benar-benar penting mendorong investasi dalam hal yang tidak akan kehilangan nilainya, kesadaran akan keterbatasan 'mata uang' duniawi membantu memprioritaskan apa yang benar-benar bertahan.

Penjelasan pilihan kata

'Menegakkan salat' (yuqiimuu s-salaata): salat dipertahankan konsisten sebagai kata Indonesia yang sudah umum. 'Secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan' (sirran wa-alaaniyatan): frasa yang sama persis dengan Ar-Ra'd 13:22, menegaskan pola sedekah dua-mode yang sama berlaku di sini.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari peringatan tentang konsekuensi kekufuran kepada instruksi positif bagi orang beriman: salat dan sedekah, dilakukan sebelum tiba hari ketika transaksi dan hubungan sosial biasa (jual beli, persahabatan) tidak lagi berlaku sebagai penopang.

Renungan dan Hikmah

  • Frasa 'secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan' yang sama persis dari Ar-Ra'd (13:22) muncul lagi di sini, pola sedekah dua-mode yang konsisten dijaga sebagai bagian dari karakter orang beriman di lebih dari satu surah, bukan instruksi yang berbeda-beda tergantung konteks.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…klah mereka melaksanakan salat dan menginfakkan sebagia…”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').