وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia memberi kalian dari segala yang kalian mohonkan kepada-Nya. Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- وَآتَاكُمْwa-aataakumdan Dia memberi kalian
- مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُmin kulli maa sa'altumuuhudari segala yang kalian mohonkan kepada-Nya
- وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِwa-in ta'udduu ni'mata llaahidan jika kalian menghitung nikmat Allah
- لَا تُحْصُوهَاlaa tuhshuuhaakalian tidak akan mampu menghitungnya
- إِنَّ الْإِنْسَانَinna l-insaanasesungguhnya manusia
- لَظَلُومٌ كَفَّارٌla-zhaluumun kaffaarunbenar-benar sangat zalim lagi sangat kufur
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَآتَاكُمْwa-aataakumdan memberi kalian
- مِنْmindari
- كُلِّkullisegala
- مَاmaaapa yang
- سَأَلْتُمُوهُsa'altumuuhukalian memintanya
- وَإِنْwa-indan jika
- تَعُدُّواta'udduukalian menghitung
- نِعْمَتَni'matanikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- لَاlaajanganlah
- تُحْصُوهَاtuhshuuhaakalian menghitungnya
- إِنَّinnasesungguhnya
- الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
- لَظَلُومٌla-zhaluumunbenar-benar sangat zalim
- كَفَّارٌkaffaarunsangat ingkar
Inti bacaan
Kontras tajam: kelimpahan pemberian yang 'tidak akan mampu dihitung' dihadapkan dengan diagnosis keras tentang manusia, 'sangat zalim lagi sangat kufur'. Konkretnya: kesadaran akan skala kelimpahan yang diterima (sebagian besar tidak disadari atau dianggap remeh) seharusnya memicu refleksi jujur tentang seberapa sering rasa syukur benar-benar dipraktikkan dibanding dianggap biasa saja, kecenderungan mengabaikan kelimpahan yang sudah ada adalah kecenderungan manusiawi yang perlu dilawan secara sadar.
Penjelasan pilihan kata
'Sangat zalim lagi sangat kufur' (zhaluumun kaffaarun): dua bentuk intensif yang dipasangkan, menandai kecenderungan manusia yang berulang, bukan sekadar sesekali. Ayat ini menutup rangkaian panjang tentang nikmat Allah dengan penilaian tajam tentang sifat manusia yang cenderung tidak bersyukur meski menerima begitu banyak.
Tafsiran
Ayat penutup ini menyimpulkan seluruh daftar nikmat (penciptaan, air, buah, kapal, sungai, matahari-bulan, siang-malam, dan segala permohonan yang dikabulkan) dengan kontras tajam: betapapun melimpah dan tak terhitung nikmat itu, kecenderungan dasar manusia justru zalim dan kufur, sebuah pengakuan jujur tentang kelemahan manusia, bukan pujian kosong.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tidak menggambarkan manusia secara umum sebagai makhluk yang secara otomatis bersyukur atas nikmat yang melimpah, sebaliknya, ia secara jujur mengakui kecenderungan sebaliknya (zalim, kufur) sebagai sifat dasar yang perlu diwaspadai dan dilawan secara sadar, bukan diasumsikan sudah otomatis baik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, k-l-l, s-a-l, '-d-d, n-'-m, a-l-h, h-s-y, a-n-s, zh-l-m, k-f-r): sa'altumuuh diterjemahkan 'kalian mohonkan kepada-Nya' (akar s-'-l); ta'udduu diterjemahkan 'menghitung' (akar '-d-d); laa tuhsuuhaa diterjemahkan 'tidak mampu menghitungnya' (akar h-s-y); zhaluum/kaffaar diterjemahkan 'sangat zalim/sangat kufur' (akar zh-l-m, akar k-f-r). Selaras.