وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Dan ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala-berhala.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُwa-idz qaala Ibraahiimudan ketika Ibrahim berkata
- رَبِّrabbiTuhanku
- اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًاij'al haadzaa l-balada aaminanjadikanlah negeri ini negeri yang aman
- وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّwa-jnubnii wa-baniyyadan jauhkanlah aku dan anak-anakku
- أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَan na'buda l-asnaamadari menyembah berhala-berhala
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, r-b-b, j-'-l, b-l-d, a-m-n, j-n-b, b-n-y, '-b-d, s-n-m): ⚠ haadhaa l-balad diterjemahkan 'negeri ini', gloss terjemahan lain '(Makkah)' DIBUANG ( teks tak menamai); na'buda diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d); asnaam diterjemahkan 'berhala-berhala'. gloss '(Makkah)' dibuang.
Aplikasi
Bahkan Ibrahim berdoa memohon perlindungan bagi dirinya sendiri dan keturunannya dari penyembahan berhala, tidak berasumsi kekebalan otomatis dari kesalahan ini meski statusnya sebagai nabi. Konkretnya: tidak ada seorang pun, betapa pun tinggi statusnya, seharusnya berasumsi kebal secara otomatis dari kesalahan mendasar, memohon perlindungan aktif dari kesalahan yang mungkin dianggap 'tidak mungkin terjadi pada diri sendiri' adalah kerendahan hati yang sehat, dicontohkan bahkan oleh figur seteladan Ibrahim.