وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Dan ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala-berhala.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُwa-idz qaala Ibraahiimudan ketika Ibrahim berkata
  2. رَبِّrabbiTuhanku
  3. اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًاij'al haadzaa l-balada aaminanjadikanlah negeri ini negeri yang aman
  4. وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّwa-jnubnii wa-baniyyadan jauhkanlah aku dan anak-anakku
  5. أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَan na'buda l-ashnaamadari menyembah berhala-berhala

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. قَالَqaalaberkata
  3. إِبْرَاهِيمُIbraahiimuIbrahim
  4. رَبِّrabbiTuhan
  5. اجْعَلْij'aljadikanlah
  6. هَٰذَاhaadzaaini
  7. الْبَلَدَl-baladanegeri
  8. آمِنًاaaminanyang aman
  9. وَاجْنُبْنِيwa-jnubniidan jauhkanlah aku
  10. وَبَنِيَّwa-baniyyadan anak-anakku
  11. أَنْanuntuk
  12. نَعْبُدَna'budakami menyembah
  13. الْأَصْنَامَl-ashnaamaberhala

Inti bacaan

Bahkan Ibrahim berdoa memohon perlindungan bagi dirinya sendiri dan keturunannya dari penyembahan berhala, tidak berasumsi kekebalan otomatis dari kesalahan ini meski statusnya sebagai nabi. Konkretnya: tidak ada seorang pun, betapa pun tinggi statusnya, seharusnya berasumsi kebal secara otomatis dari kesalahan mendasar, memohon perlindungan aktif dari kesalahan yang mungkin dianggap 'tidak mungkin terjadi pada diri sendiri' adalah kerendahan hati yang sehat, dicontohkan bahkan oleh figur seteladan Ibrahim.

Penjelasan pilihan kata

'Negeri ini' (haadzaa l-balad): dipertahankan tanpa menyisipkan nama 'Makkah', karena teks Arabnya sendiri tidak menyebutkannya secara eksplisit di sini; identifikasi tempat itu adalah pemahaman dari konteks luar ayat, bukan bagian dari kata-kata ayat itu sendiri. Doa ini membuka rangkaian doa panjang Ibrahim yang akan berlanjut hingga beberapa ayat berikutnya.

Tafsiran

Doa Ibrahim ini dibuka dengan dua permohonan mendasar: keamanan bagi negeri, dan perlindungan dari penyembahan berhala bagi dirinya dan keturunannya, permohonan yang menunjukkan kesadaran Ibrahim bahwa bahkan dia sendiri tidak bisa menganggap dirinya kebal dari godaan penyembahan berhala tanpa pertolongan Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Doa Ibrahim tentang negeri ini tercatat dua kali dengan bentuk yang berbeda tipis: 2:126 memakai “jadikanlah ini negeri yang aman”, ayat ini اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا, dengan kata sandang; negeri itu sudah ada dan sudah dikenal. Yang diminta pun berbeda sesudahnya. Di 2:126 rezeki buah-buahan bagi penduduknya, dan permintaan itu langsung dijawab dengan batasan. Di sini yang diminta perlindungan dari berhala, dan kata وَاجْنُبْنِي yang dipakainya tak ada duanya.
  • Perhatikan urutan orangnya: “jauhkanlah aku dan anak-anakku”. Yang disebutkan pertama dirinya sendiri, baru keturunannya, dan itu diucapkan orang yang di ayat berikutnya, 14:36, sudah berbicara tentang berhala sebagai sesuatu yang “telah menyesatkan banyak dari manusia”. Jadi bahaya yang dimintakan perlindungan bukan bahaya yang jauh; ia sudah terbukti bekerja pada orang banyak, dan yang memohon tak mengecualikan dirinya dari hitungan itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, j-'-l, b-l-d, a-m-n, j-n-b, b-n-y, '-b-d, s-n-m): haadhaa l-balad diterjemahkan 'negeri ini', gloss terjemahan lain '(Makkah)' DIBUANG ( teks tak menamai); na'buda diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d); asnaam diterjemahkan 'berhala-berhala'. gloss '(Makkah)' dibuang.