رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya, di sisi Rumah-Mu yang dihormati. Tuhan kami, agar mereka menegakkan salat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, agar mereka bersyukur.

Terjemahan bertahap (11 jeda)
  1. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  2. إِنِّي أَسْكَنْتُinnii askantusesungguhnya aku telah menempatkan
  3. مِنْ ذُرِّيَّتِيmin dzurriyyatiisebagian keturunanku
  4. بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍbi-waadin ghayri dzii zar'indi lembah yang tidak ada tanamannya
  5. عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِinda baytika l-muharramidi sisi Rumah-Mu yang dihormati
  6. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  7. لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَli-yuqiimuu s-salaataagar mereka menegakkan salat
  8. فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِfa-j'al af'idatan mina n-naasimaka jadikanlah hati sebagian manusia
  9. تَهْوِي إِلَيْهِمْtahwii ilayhimcenderung kepada mereka
  10. وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِwa-rzuqhum mina ts-tsamaraatidan berilah mereka rezeki dari buah-buahan
  11. لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَla'allahum yashkuruunaagar mereka bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…agar mereka melaksanakan salat. Maka, jadikanlah hati s…”. sebagian penerjemah: '“Our Lord: I have settled some of my progeny in an uncultivated valley by Thy inviolable house,1 our Lord, that they uphold the duty;2 so make Thou hearts among men incline towards them, and provide Thou them some fruits, that they might be grateful.' Corpus ayat ini: «S~alaw`pa, TAKRIF». salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar'). ⟶. (sapuan seluruh Qur'an, corpus Leeds 0.4, 20 Jul 2026): frasa idafah ***bayt Allaah* / 'Baitullah' NOL kemunculan**, tak ada kata ber-akar akar b-y-t yang diikuti kata ber-akar الله di seluruh Qur'an. Yang teks pakai justru posesif orang I ** = '' (2:125, 22:26, Allah bersabda); posesif orang II ** = '' (14:37, Ibrahim menyeru); ** takrif = ''; 3:96 ** = 'sebuah rumah'. terjemahan lain 'Baitullah', mengubah (siapa yang berbicara) menjadi. (terverifikasi `quran_db.json` 20 Jul): memelihara, 'house' (2:125, 22:26) · 'inviolable house' (14:37) · 'The set up for mankind' (3:96, tetap tak tentu) · 'the Lord of house' (106:3) · 'the house' (2:127, 2:158, 22:29),. ⟶ (putusan Pak FD 20 Jul): terjemahan lain menulis 'rumah-Mu', (*baytika*, orang II), lalu menambahkan '' tepat sesudahnya, membatalkan ketepatan yang baru dicapai. Doa Ibrahim yang menyapa Tuhannya jadi terbaca seolah menyebut nama tempat. Gloss dibuang. Ayat ini juga (BYT): *bi-waadin ghayri dhii zar'in baytika*, sebuah dgn Rumah itu; bumi tak bisa berada di sisi lembah yang terletak di atas dirinya sendiri.

Aplikasi

Ibrahim menempatkan keluarganya di lembah tandus khusus 'agar mereka menegakkan salat', memprioritaskan tujuan spiritual di atas keamanan sumber daya, mempercayakan penyediaan kepada sesuatu yang lebih besar. Konkretnya: kadang keputusan besar yang tampak berisiko dari sisi keamanan material (memilih tujuan yang bermakna meski sumber dayanya belum pasti) didasari kepercayaan bahwa penyediaan akan mengikuti komitmen pada tujuan yang benar, prioritas pada makna dan tujuan di atas jaminan keamanan penuh adalah keputusan iman yang dicontohkan di sini.