الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku pada usia tua Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar mendengar doa.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيal-hamdu li-llaahi lladziisegala puji bagi Allah yang
  2. وَهَبَ لِيwahaba liitelah menganugerahkan kepadaku
  3. عَلَى الْكِبَرِ'alaa l-kibaripada usia tua
  4. إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَIsmaa'iila wa-IshaaqaIsmail dan Ishaq
  5. إِنَّ رَبِّيinna rabbiisesungguhnya Tuhanku
  6. لَسَمِيعُ الدُّعَاءِla-samii'u d-du'aa'ibenar-benar mendengar doa

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. الْحَمْدُal-hamdusegala puji
  2. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  3. الَّذِيlladziiyang
  4. وَهَبَwahabamenganugerahkan
  5. لِيliikepadaku
  6. عَلَى'alaaatas
  7. الْكِبَرِl-kibariusia tua
  8. إِسْمَاعِيلَIsmaa'iilaIsmail
  9. وَإِسْحَاقَwa-Ishaaqadan Ishaq
  10. إِنَّinnasesungguhnya
  11. رَبِّيrabbiiTuhanku
  12. لَسَمِيعُla-samii'ubenar-benar Maha Mendengar
  13. الدُّعَاءِd-du'aa'idoa

Inti bacaan

Rasa syukur yang spesifik dan mendalam atas anugerah anak di usia tua, 'Sesungguhnya Tuhanku benar-benar mendengar doa', penghargaan yang eksplisit terhadap doa yang benar-benar dikabulkan, bukan dianggap sebagai hal biasa.

Penjelasan pilihan kata

'Menganugerahkan' (wahaba), akar yang berbeda dari 'karunia' (yamunnu, 14:11), tapi bermakna serupa: pemberian tanpa syarat. 'Mendengar' (samii'): konsisten dengan terjemahan akar ini di seluruh terjemahan (bukan 'mendengar lagi memperkenankan' seperti tambahan makna di beberapa terjemahan lain), tetap 'mendengar' murni.

Tafsiran

Ibrahim menyisipkan pujian syukur di tengah doanya, mengenang anugerah dua putra di usia tuanya: sebuah pengakuan konkret atas doa yang sudah dikabulkan sebelumnya, memberi landasan keyakinan bagi permohonan-permohonan berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Di tengah rangkaian permohonan, Ibrahim menyisipkan pujian atas apa yang sudah diberikan. Syukur diletakkan sebelum permintaan berikutnya. Orang yang mengingat yang sudah dikabulkan meminta dengan nada yang berbeda dari orang yang cuma mengingat yang kurang.
  • Keterangan yang ditambahkan di hadapan Allah pada usia tua. Waktu yang wajarnya sudah lewat. Yang disyukuri bukan cuma pemberiannya, melainkan bahwa ia datang di saat yang menurut hitungan manusia sudah tertutup.
  • Penutupnya menyebut Allah benar-benar mendengar doa. Bukan mengabulkan. Kata yang dipilih tentang didengarnya, dan bagi orang yang sudah lama meminta, itu bagian yang paling menenangkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga hamd pemakaian diteruskan ('segala puji/memuji' terjemahan lain konsisten; al-hamdu = al- istighraaq dipertahankan); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).