رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan salat, dan sebagian keturunanku. Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. رَبِّrabbiTuhanku
  2. اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِij'alnii muqiima sh-shalaatijadikanlah aku orang yang menegakkan salat
  3. وَمِنْ ذُرِّيَّتِيwa-min dzurriyyatiidan sebagian keturunanku
  4. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  5. وَتَقَبَّلْ دُعَاءِwa-taqabbal du'aa'idan perkenankanlah doaku

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. رَبِّrabbiTuhan
  2. اجْعَلْنِيij'alniijadikanlah aku
  3. مُقِيمَmuqiimayang mendirikan
  4. الصَّلَاةِsh-shalaatisalat
  5. وَمِنْwa-mindan dari
  6. ذُرِّيَّتِيdzurriyyatiiketurunanku
  7. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  8. وَتَقَبَّلْwa-taqabbaldan terimalah
  9. دُعَاءِdu'aa'idoa

Inti bacaan

Doa Ibrahim melampaui kepentingan pribadinya sendiri: memohon agar keturunannya juga tetap menegakkan salat, kepedulian terhadap keberlanjutan nilai baik lintas generasi, bukan hanya untuk diri sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Perkenankanlah' (taqabbal): akar yang berbeda dari 'mengabulkan/memenuhi seruan' (istajaaba) yang dipakai di ayat-ayat lain; taqabbal secara khusus menandai menerima sesuatu sebagai layak/diterima, sedikit berbeda nuansa dari sekadar 'menjawab' seruan.

Tafsiran

Ibrahim memohon agar dia sendiri dan sebagian keturunannya tetap menjadi orang yang menegakkan salat: permohonan tentang keberlanjutan praktik, bukan sekadar sekali dilakukan. Kata 'sebagian' (bukan 'semua') keturunan menandai pengakuan realistis bahwa tidak semua keturunannya akan mengikuti jalan yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Permohonan Ibrahim eksplisit menyebut 'sebagian' keturunannya, bukan seluruhnya, sebuah pengakuan jujur bahwa bahkan doa seorang nabi tidak mengklaim jaminan universal atas semua keturunannya, mengakui keterbatasan yang wajar dalam permohonan itu sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenan…”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').