وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

Dan janganlah engkau mengira Allah lalai terhadap apa yang orang-orang zalim perbuat. Sesungguhnya Dia menangguhkan mereka sampai suatu hari ketika mata terbelalak di dalamnya.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَwa-laa tahsabanna llaahadan janganlah engkau mengira Allah
  2. غَافِلًاghaafilanlalai
  3. عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ'ammaa ya'malu zh-zhaalimuunaterhadap apa yang orang-orang zalim perbuat
  4. إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْinnamaa yu'akhkhiruhumsesungguhnya Dia menangguhkan mereka
  5. لِيَوْمٍli-yawminsampai suatu hari
  6. تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُtashkhasu fiihi l-abshaaruketika mata terbelalak di dalamnya

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. تَحْسَبَنَّtahsabannaengkau mengira
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. غَافِلًاghaafilanyang lalai
  5. عَمَّا'ammaadari apa yang
  6. يَعْمَلُya'maluberamal
  7. الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
  8. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  9. يُؤَخِّرُهُمْyu'akhkhiruhumDia menangguhkan mereka
  10. لِيَوْمٍli-yawminuntuk hari
  11. تَشْخَصُtashkhasuterbelalak
  12. فِيهِfiihidi dalamnya
  13. الْأَبْصَارُl-abshaarupenglihatan

Inti bacaan

Penegasan penting: penundaan konsekuensi bukan berarti Allah 'lengah', sebuah pembedaan penting antara kelambatan yang disengaja dengan tujuan tertentu dan kelalaian yang sebenarnya. Konkretnya: penundaan konsekuensi terhadap ketidakadilan (baik dalam skala besar maupun kecil) tidak berarti ketidakadilan itu diabaikan, membedakan antara penundaan yang bertujuan dan pengabaian sepenuhnya membantu mempertahankan kepercayaan pada akuntabilitas jangka panjang, meski belum terlihat segera.

Penjelasan pilihan kata

'Lalai' (ghaafilan): akar yang sama yang diteliti dan diseragamkan di kisah Yusuf (12:3 vs 12:13, keduanya diseragamkan ke 'lalai'), kini dipakai dalam bentuk negasi terhadap Allah, menegaskan bahwa penangguhan bukan tanda kelalaian, melainkan pilihan yang disengaja.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari doa Ibrahim ke peringatan tegas tentang keadilan Allah, penundaan hukuman bagi orang-orang zalim bukan berarti mereka lolos, melainkan penangguhan menuju hari yang akan sangat mengerikan, digambarkan lewat detail fisik yang kuat: mata yang terbelalak ketakutan.

Renungan dan Hikmah

  • 'Lalai' (ghaafil) yang sama sudah diteliti dan diseragamkan sejak kisah Yusuf kini dipakai dalam negasi terhadap Allah, penegasan bahwa penundaan bukan kelalaian, melawan kesan keliru bahwa jeda waktu berarti sesuatu terlewatkan atau terlupakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.