وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ

Dan peringatkanlah manusia tentang hari ketika azab datang kepada mereka, lalu orang-orang yang zalim berkata, “Tuhan kami, tangguhkanlah kami sampai waktu yang dekat, niscaya kami memenuhi seruan-Mu dan mengikuti rasul-rasul.” Bukankah kalian dahulu telah bersumpah bahwa kalian tidak akan mengalami keruntuhan?

Terjemahan bertahap (8 jeda)
  1. وَأَنْذِرِ النَّاسَwa-andziri n-naasadan peringatkanlah manusia
  2. يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُyawma ya'tiihimu l-adzaabutentang hari ketika azab datang kepada mereka
  3. فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُواfa-yaquulu lladziina zhalamuulalu orang-orang yang zalim berkata
  4. رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍrabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibinTuhan kami, tangguhkanlah kami sampai waktu yang dekat
  5. نُجِبْ دَعْوَتَكَnujib da'watakaniscaya kami memenuhi seruan-Mu
  6. وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَwa-nattabi'i r-rusuladan mengikuti rasul-rasul
  7. أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُa-wa-lam takuunuu aqsamtum min qablubukankah kalian dahulu telah bersumpah
  8. مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍmaa lakum min zawaalinkalian tidak akan mengalami keruntuhan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar n-dz-r, n-w-s, y-w-m, a-t-y, '-dz-b, q-w-l, zh-l-m, r-b-b, a-kh-r, a-j-l, q-r-b, j-w-b, d-'-w, t-b-', r-s-l, k-w-n, q-s-m, q-b-l, z-w-l): andhir diterjemahkan 'peringatkanlah' (akar n-dz-r); akhkhirnaa diterjemahkan 'tangguhkanlah kami' (akar '-kh-r); nujib da'wataka diterjemahkan 'memenuhi seruan-Mu' (akar j-w-b + akar d-'-w); aqsamtum diterjemahkan 'kalian bersumpah' (akar q-s-m); zawaal diterjemahkan 'beralih (lenyap)' (akar z-w-l). gloss '(Nabi Muhammad)/(dan kembalikanlah kami ke dunia)/(Kepada mereka dikatakan,)/(di dunia)/(dari kehidupan dunia ke akhirat)' dibuang.

Aplikasi

Permohonan penangguhan yang terlambat ('tangguhkanlah kami sampai waktu yang dekat, niscaya kami memenuhi seruan-Mu') dibalas dengan pertanyaan tajam tentang sumpah percaya diri mereka sebelumnya, menyingkap kekosongan janji yang dibuat dalam keadaan terdesak. Konkretnya: janji perubahan yang muncul hanya saat konsekuensi sudah tak terhindarkan (bukan saat masih ada pilihan bebas) layak dipertanyakan ketulusannya, kepastian diri yang berlebihan sebelumnya ('ini tidak akan pernah terjadi padaku') sering runtuh justru saat momen kritis tiba, sebuah pengingat untuk tidak terlalu yakin diri terhadap kelemahan sendiri.