وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ
Dan sungguh mereka telah membuat muslihat mereka, dan di sisi Allah muslihat mereka, dan meskipun muslihat mereka hingga gunung-gunung lenyap karenanya.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْwa-qad makaruu makrahumdan sungguh mereka telah membuat muslihat mereka
- وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْwa-'inda llaahi makruhumdan di sisi Allah muslihat mereka
- وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْwa-in kaana makruhumdan meskipun muslihat mereka
- لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُli-tazuula minhu l-jibaaluhingga gunung-gunung lenyap karenanya
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- مَكَرُواmakaruumereka membuat tipu daya
- مَكْرَهُمْmakrahumtipu daya mereka
- وَعِنْدَwa-'indadan di sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- مَكْرُهُمْmakruhumtipu daya mereka
- وَإِنْwa-indan sesungguhnya
- كَانَkaanaadalah
- مَكْرُهُمْmakruhumtipu daya mereka
- لِتَزُولَli-tazuulauntuk melenyapkan
- مِنْهُminhudarinya
- الْجِبَالُl-jibaalugunung-gunung
Inti bacaan
Bahkan rencana jahat paling ambisius sekalipun (secara hiperbolik digambarkan mampu melenyapkan gunung) tetap 'tercatat di sisi Allah', tidak ada skema, betapa pun besar dan canggih, yang luput dari akuntabilitas.
Penjelasan pilihan kata
'Muslihat' (makr) muncul empat kali dalam satu ayat pendek ini (kepadatan tertinggi dari akar ini yang ditemui sejauh ini di terjemahan ini) dipertahankan konsisten 'muslihat' di semua kemunculannya, sesuai konvensi yang membedakannya dari 'tipu daya' (kayd) sejak Rangkaian 6. Frasa 'di sisi Allah muslihat mereka' (inda llaahi makruhum) sengaja dipertahankan literal dan agak ambigu: bisa dipahami sebagai 'diketahui dan dicatat oleh Allah', atau 'berada sepenuhnya dalam kendali Allah', teks tidak menjelaskan lebih lanjut mana yang dimaksud, dan kedua pembacaan itu sama-sama masuk akal secara gramatikal.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan skala muslihat yang sangat besar (sampai digambarkan mampu melenyapkan gunung-gunung, sebuah hiperbola untuk kekuatan rencana jahat mereka), namun segera menegaskan bahwa sebesar apa pun muslihat itu, semuanya tetap berada di sisi/dalam kendali Allah: sebuah penutup yang menempatkan kekuatan manusia dalam perspektif yang benar dibandingkan kekuasaan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Frasa 'di sisi Allah muslihat mereka' terbuka untuk lebih dari satu pembacaan, bisa berarti muslihat itu sepenuhnya diketahui dan dicatat, atau sepenuhnya berada dalam kendali/kekuasaan Allah. Teks sendiri tidak memaksakan satu pembacaan tunggal, dan kejujuran membaca berarti mengakui keterbukaan ini.
- Kepadatan empat kemunculan 'muslihat' dalam satu ayat pendek ini adalah yang tertinggi sejauh ini dalam terjemahan, sebuah penekanan retoris yang, jika diterjemahkan dengan kata yang berbeda-beda demi variasi gaya, akan menghilangkan efek pengulangan yang jelas disengaja oleh teks Arab sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-k-r, '-n-d, a-l-h, k-w-n, z-w-l, j-b-l): makaruu makrahum wa inda llaah makruhum diterjemahkan 'membuat makar mereka, dan di sisi Allah makar mereka', akar m-k-r (putaran MKR); terjemahan lain MELUNAKKAN 'inda llaah makruhum' jadi '(mengetahui dan akan membalas) tipu daya'; terjemahan ini menjaga 'makar' konsisten; tazuula diterjemahkan 'lenyap' (akar z-w-l). gloss '(mengetahui dan akan membalas)' + footnote dibuang.