فَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
Maka janganlah engkau mengira Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Allah digdaya, memiliki pembalasan,
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- فَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَfa-laa tahsabanna llaahamaka janganlah engkau mengira Allah
- مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُmukhlifa wa'dihi rusulahumengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya
- إِنَّ اللَّهَinna llaahasesungguhnya Allah
- عَزِيزٌ'aziizundigdaya
- ذُو انْتِقَامٍdzuu intiqaaminmemiliki pembalasan
Terjemahan per kata (11 kata)
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَحْسَبَنَّtahsabannaengkau mengira
- اللَّهَllaahaAllah
- مُخْلِفَmukhlifayang menyalahi
- وَعْدِهِwa'dihijanji-Nya
- رُسُلَهُrusulahurasul-rasul-Nya
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَزِيزٌ'aziizunMahaperkasa
- ذُوdzuupemilik
- انْتِقَامٍintiqaaminpembalasan
Inti bacaan
Jaminan penting: 'jangan sekali-kali engkau mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya', relevan bagi siapa pun yang merasa usaha memperjuangkan kebaikan belum mendapat pengakuan yang layak, sebuah pengingat bahwa janji yang dibuat tetap berlaku meski belum terlihat terpenuhi.
Penjelasan pilihan kata
'Digdaya' (aziiz) di sini kembali ke facet sifat ilahi, berbeda dari facet 'sulit' yang muncul di 14:20: akar yang sama, dua facet berbeda tergantung konteks gramatikal (di sini bentuk tak-bertakrif sebagai sifat Allah, di 14:20 bentuk idiom 'bi-aziiz' yang bermakna sulit).
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa janji Allah kepada para rasul (kemenangan atas penolak mereka, yang sudah dijanjikan di 14:13-14) tidak akan diingkari: kepastian ini didasarkan pada kuasa Allah yang digdaya dan kemampuan-Nya membalas.
Renungan dan Hikmah
- 'Digdaya' (aziiz) di sini kembali ke facet sifat ilahi setelah muncul sebagai facet 'sulit' di 14:20, susunan kalimatnya (bentuk sifat yang menerangkan versus bentuk ungkapan) yang menentukan facet mana yang berlaku, bukan pilihan sewenang-wenang penerjemah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.