يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
Pada hari bumi diganti dengan bumi yang lain, dan langit, dan mereka tampil menghadap Allah, Yang Esa, Sang Penakluk.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِyawma tubaddalu l-ardhu ghayra l-ardhipada hari bumi diganti dengan bumi yang lain
- وَالسَّمَاوَاتُwa-s-samaawaatudan langit
- وَبَرَزُوا لِلَّهِwa-barazuu li-llaahidan mereka tampil menghadap Allah
- الْوَاحِدِ الْقَهَّارِal-waahidi l-qahhaariYang Esa, Sang Penakluk
Terjemahan per kata (10 kata)
- يَوْمَyawmahari
- تُبَدَّلُtubaddaludiganti
- الْأَرْضُl-ardhubumi
- غَيْرَghayraselain
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَالسَّمَاوَاتُwa-s-samaawaatudan langit
- وَبَرَزُواwa-barazuudan mereka tampak
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الْوَاحِدِal-waahidiYang Maha Esa
- الْقَهَّارِl-qahhaariYang Mahaperkasa
Inti bacaan
Gambaran transformasi total ('bumi diganti dengan bumi yang lain') menandai skala perubahan menyeluruh yang menyertai momen pertanggungjawaban akhir, bukan sekadar perubahan kecil, melainkan pergantian yang fundamental.
Penjelasan pilihan kata
'Yang Esa, Sang Penakluk' (al-waahid al-qahhaar): frasa yang persis sama dengan yang sudah diterjemahkan di 12:39, dipertahankan konsisten di kemunculan keduanya. 'Diganti' (tubaddalu), akar yang sama dengan 'menukar' (baddaluu) di 14:28, meski penerapannya berbeda: di sana manusia menukar nikmat dengan kekufuran, di sini Allah mengganti bumi itu sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian peringatan dengan gambaran kosmik tentang hari ketika bumi dan langit yang dikenal manusia digantikan sepenuhnya: sebuah transformasi total yang mendahului penghadapan manusia kepada Allah, Yang Esa dan Sang Penakluk, formula yang sama yang sudah muncul di kisah Yusuf saat menggambarkan kekuasaan Allah yang mutlak.
Renungan dan Hikmah
- Formula 'Yang Esa, Sang Penakluk' yang sama persis dari kisah Yusuf (12:39) muncul lagi di sini, dipakai di sana untuk pertanyaan retoris tentang tuhan-tuhan yang terpecah versus Allah yang esa, dan di sini untuk momen penghadapan akhir seluruh manusia, keduanya menegaskan keesaan dan kekuasaan mutlak Allah dalam konteks yang berbeda namun bertema sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar y-w-m, b-d-l, a-r-d, gh-y-r, s-m-w, b-r-z, a-l-h, w-h-d, q-h-r): tubaddalu diterjemahkan 'diganti' (akar b-d-l putaran BDL); barazuu diterjemahkan 'tampil (muncul)' (akar b-r-z); al-waahid al-qahhaar diterjemahkan 'Yang Esa lagi Maha Menundukkan' (akar w-h-d + akar q-h-r, spt 12:39). gloss '(yaitu)/(demikian pula)/(manusia)/(di Padang Mahsyar)' dibuang.