سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُ
pakaian mereka dari cairan aspal, dan api menutupi wajah-wajah mereka,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍsaraabiiluhum min qathiraaninpakaian mereka dari cairan aspal
- وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُwa-taghsyaa wujuuhahumu n-naarudan api menutupi wajah-wajah mereka
Terjemahan per kata (6 kata)
- سَرَابِيلُهُمْsaraabiiluhumpakaian mereka
- مِنْmindari
- قَطِرَانٍqathiraaninter
- وَتَغْشَىٰwa-taghsyaadan menutupi
- وُجُوهَهُمُwujuuhahumuwajah mereka
- النَّارُn-naaruapi
Inti bacaan
Gambaran yang terus berlanjut dengan detail visual yang kuat, deskripsi yang dimaksudkan untuk benar-benar dirasakan keseriusannya, bukan sekadar disebutkan sepintas.
Penjelasan pilihan kata
'Menutupi' (taghshaa): akar yang sama dengan 'yang menyelubungi' (ghaashiyah) di 12:107 (dari penutup kisah Yusuf), keduanya menggambarkan sesuatu yang menutupi/menyelubungi secara total tanpa celah.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan gambaran fisik nasib orang berdosa dengan detail yang semakin konkret: pakaian yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar, dan api yang menyelimuti wajah mereka secara langsung.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut pakaian mereka dari cairan aspal. Bahan yang menyala. Yang biasanya melindungi justru yang mempercepat.
- Yang ditutupi api wajah mereka. Bagian yang dikenali orang. Yang lebih dahulu tertutup justru yang menjadi tanda pengenal.
- Allah merinci gambarannya, bukan meringkasnya. Sepotong demi sepotong. Yang diinginkan bukan pengetahuan, melainkan rasa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-r-b-l, q-t-r, gh-sh-w, w-j-h, n-w-r): saraabiil diterjemahkan 'pakaian'; qatiraan diterjemahkan 'cairan aspal (ter)'; taghshaa diterjemahkan 'menutupi' (akar gh-sh-w); wujuuh diterjemahkan 'wajah-wajah' (akar w-j-h WJH). Selaras.