رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

Sering kali orang-orang yang kufur menginginkan sekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. رُبَمَا يَوَدُّrubamaa yawaddusering kali menginginkan
  2. الَّذِينَ كَفَرُواalladziina kafaruuorang-orang yang kufur
  3. لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَlaw kaanuu muslimiinasekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. رُبَمَاrubamaaboleh jadi
  2. يَوَدُّyawaddumenginginkan
  3. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. لَوْlawsekiranya
  6. كَانُواkaanuumereka adalah
  7. مُسْلِمِينَmuslimiinaorang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

Gambaran yang mengharukan: bahkan mereka yang paling percaya diri menolak kebenaran kelak 'sering kali menginginkan, sekiranya mereka dahulu menjadi orang-orang yang berserah diri', penyesalan retrospektif yang universal, bahkan bagi yang paling yakin dengan penolakan mereka. Konkretnya: keyakinan penuh percaya diri dalam menolak sesuatu sekarang tidak menjamin tidak akan ada penyesalan mendalam nanti, kesadaran bahwa bahkan penolakan yang paling mantap sekalipun berpotensi berubah menjadi penyesalan besar di kemudian hari layak menjadi bahan refleksi sebelum terlalu yakin dengan penolakan sendiri terhadap sesuatu yang belum sepenuhnya diperiksa.

Penjelasan pilihan kata

'Orang-orang yang berserah diri' (muslimiin): akar s-l-m dalam cabang keberserahan, diterjemahkan bukan ditransliterasi sebagai 'muslim', konsisten dengan terjemahan yang sama di 12:101 (doa Yusuf 'wafatkanlah aku dalam keadaan berserah diri'). Menerjemahkan makna akar, bukan mempertahankannya sebagai nama kelompok tertentu, menjaga fokus pada tindakan/sikap berserah, bukan identitas.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan penyesalan yang akan dialami orang-orang kufur, bukan di dunia, melainkan kemungkinan pada saat kematian atau di akhirat, ketika mereka menyadari nilai dari sikap berserah diri yang mereka tolak semasa hidup.

Renungan dan Hikmah

  • 'Berserah diri' (muslimiin) di sini akar yang sama dengan doa Yusuf sendiri di 12:101 ('wafatkanlah aku dalam keadaan berserah diri'), kontras yang tajam: Yusuf memohon keadaan itu sebagai harapan tertinggi, sementara orang-orang kufur di sini baru menyesalinya setelah terlambat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.