وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

Dan mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan peringatan, sesungguhnya engkau benar-benar orang gila.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُyaa ayyuhaa lladzii nuzzila 'alayhi dz-dzikruwahai orang yang kepadanya diturunkan peringatan
  3. إِنَّكَ لَمَجْنُونٌinnaka la-majnuununsesungguhnya engkau benar-benar orang gila

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. يَاyaawahai
  3. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  4. الَّذِيlladziiyang
  5. نُزِّلَnuzziladiturunkan
  6. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  7. الذِّكْرُdz-dzikruperingatan
  8. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  9. لَمَجْنُونٌla-majnuununbenar-benar orang gila

Inti bacaan

Pola tuduhan yang familiar (gila) diarahkan pada pembawa pesan, respons defensif yang menyerang kredibilitas personal daripada mengevaluasi substansi pesan yang disampaikan.

Penjelasan pilihan kata

'Peringatan' (dz-dzikr): akar yang sama dengan 'peringatan' (dzikr) yang dipakai konsisten sejak 12:104 untuk merujuk Al-Qur'an sebagai keseluruhan; dipertahankan diterjemahkan sesuai maknanya, bukan ditransliterasi sebagai nama terpisah ('adz-Dzikr'), menjaga kesatuan makna akar ini di seluruh terjemahan.

Tafsiran

Tuduhan 'orang gila' ini adalah bentuk penolakan paling ekstrem, bukan sekadar tidak percaya, melainkan mempertanyakan kewarasan penerima wahyu itu sendiri, sebuah taktik yang berusaha mendiskreditkan pembawa pesan alih-alih menanggapi pesannya.

Renungan dan Hikmah

  • 'Peringatan' di sini kata yang sama dengan yang menutup kisah Yusuf ('Al-Qur'an tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam', 12:104), konsistensi ini menjaga agar Al-Qur'an tidak disebut dengan berbagai nama Indonesia yang berbeda-beda tergantung konteks, melainkan satu istilah yang stabil setiap kali akar yang sama muncul.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, n-z-l, dz-k-r, j-n-n): nuzzila diterjemahkan 'diturunkan' (akar n-z-l); dhikr diterjemahkan 'adz-Dzikr (peringatan)' (akar dz-k-r; terjemahan lain 'Al-Qur'an', terjemahan ini menerjemah makna 'peringatan'); majnuun diterjemahkan 'orang gila' (akar j-n-n). gloss '(Nabi Muhammad)' + footnote dibuang.