وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ
Dan bumi, Kami menghamparkannya, dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kokoh, dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَاwa-l-ardha madadnaahaadan bumi, Kami menghamparkannya
- وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَwa-alqaynaa fiihaa rawaasiyadan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kokoh
- وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍwa-anbatnaa fiihaa min kulli syay'in mawzuunindan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- مَدَدْنَاهَاmadadnaahaaKami menghamparkannya
- وَأَلْقَيْنَاwa-alqaynaadan Kami melemparkan
- فِيهَاfiihaapadanya
- رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung
- وَأَنْبَتْنَاwa-anbatnaadan Kami menumbuhkan
- فِيهَاfiihaapadanya
- مِنْmindari
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- مَوْزُونٍmawzuuninyang seimbang
Inti bacaan
Segala sesuatu diciptakan 'menurut ukuran (mawzuun, terukur-seimbang)', prinsip keseimbangan dan proporsi yang tertanam dalam desain penciptaan, bukan sembarangan atau acak. Konkretnya: memahami bahwa keseimbangan dan proporsi adalah prinsip yang tertanam dalam tatanan alam mendorong penghargaan terhadap keseimbangan dalam kehidupan sendiri, kelebihan atau kekurangan yang ekstrem bertentangan dengan pola keseimbangan yang tampaknya menjadi prinsip desain yang lebih besar.
Penjelasan pilihan kata
'Menurut ukuran' (mawzuun): akar yang menandai penimbangan/pengukuran, menegaskan bahwa pertumbuhan di bumi bukan acak, melainkan mengikuti proporsi tertentu yang ditetapkan.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan daftar tanda-tanda ciptaan dengan beralih dari langit ke bumi: penghamparan, gunung, dan pertumbuhan yang terukur semuanya menunjukkan keteraturan yang sama dengan penjagaan langit di ayat-ayat sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga perbuatan berturut-turut, dan pelakunya disebut ulang pada tiap-tiap perbuatan. Menghamparkan, memancangkan, menumbuhkan. Pengulangan itu membuat ketiganya terbaca sebagai satu pekerjaan, bukan tiga kejadian yang kebetulan bertemu.
- Keterangan menurut ukuran dilekatkan pada yang tumbuh, bukan pada gunung. Yang bergerak dan berubah justru yang disebut terukur. Yang diam memang mudah terlihat tertib; yang tumbuh terlihat liar, dan justru di sanalah ukurannya disebutkan.
- Urutannya bergerak dari hamparan, ke gunung, lalu ke segala yang tumbuh. Dari yang paling diam ke yang paling hidup. Allah menyusunnya begitu, sehingga yang terakhir sampai kepada pembaca justru yang setiap hari ia lihat berubah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-r-d, m-d-d, l-q-y, r-s-w, n-b-t, k-l-l, sh-y-a, w-z-n): madadnaahaa diterjemahkan 'menghamparkannya' (akar m-d-d); rawaasiya diterjemahkan 'gunung-gunung yang kokoh' (akar r-s-w); kull shay' mawzuun diterjemahkan 'segala sesuatu yang terukur (bertimbang)', akar w-z-n (putaran 125: mawzuun=ditimbang/diukur). gloss '(-nya)' dibuang.