وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
Dan ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering, dari lumpur hitam yang dibentuk.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِwa-idz qaala rabbuka li-l-malaa'ikatidan ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat
- إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًاinnii khaaliqun basyaransesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia
- مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍmin shalshaalin min hama'in masnuunindari tanah liat kering, dari lumpur hitam yang dibentuk
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- قَالَqaalaberkata
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- لِلْمَلَائِكَةِli-l-malaa'ikatikepada para malaikat
- إِنِّيinniisesungguhnya Aku
- خَالِقٌkhaaliqunpencipta
- بَشَرًاbasyaranmanusia
- مِنْmindari
- صَلْصَالٍshalshaalintanah liat kering
- مِنْmindari
- حَمَإٍhama'inlumpur hitam
- مَسْنُونٍmasnuuninyang dibentuk
Inti bacaan
Penciptaan manusia dari materi sederhana (tanah liat, lumpur) diumumkan terlebih dahulu kepada para malaikat, sebuah proses yang transparan dan diinformasikan, bukan tindakan tersembunyi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini membuka dialog Allah dengan para malaikat, mengulang deskripsi material penciptaan yang sama persis dengan 15:26: pengulangan yang menegaskan bahwa inilah manusia (Adam) yang dimaksud di ayat sebelumnya.
Tafsiran
Dialog ini menjadi inti narasi penciptaan Adam: Allah mengumumkan rencana penciptaan kepada para malaikat sebelum perintah sujud diberikan di ayat berikutnya, sebuah pola pemberitahuan-lalu-perintah yang menegaskan bahwa penciptaan manusia bukan tindakan tersembunyi, melainkan diketahui penuh oleh makhluk langit.
Renungan dan Hikmah
- Allah memberitahu para malaikat sebelum menciptakan manusia. Bukan sesudah. Rencana itu disampaikan lebih dahulu kepada yang akan diminta bersujud.
- Allah menyebut bahannya tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk. Serinci itu. Yang akan diberi kedudukan tinggi disebutkan bahannya yang paling rendah lebih dahulu.
- Kata terakhir yang Allah pakai dibentuk. Bukan dikumpulkan. Bahan yang paling biasa menjadi luar biasa karena ada yang membentuknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, m-l-k, kh-l-q, b-sh-r, s-l-s-l, h-m-a, s-n-n): khaaliq diterjemahkan 'yang menciptakan' (akar kh-l-q); bashar diterjemahkan 'manusia'. gloss '(Ingatlah)' dibuang.