إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ

kecuali Iblis; ia enggan bersama para yang bersujud.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِلَّا إِبْلِيسَillaa ibliisakecuali Iblis
  2. أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَabaa an yakuuna ma'a s-saajidiinaia enggan bersama para yang bersujud

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. إِبْلِيسَibliisaIblis
  3. أَبَىٰabaaia menolak
  4. أَنْanuntuk
  5. يَكُونَyakuunaada
  6. مَعَma'abersama
  7. السَّاجِدِينَs-saajidiinaorang-orang yang bersujud

Inti bacaan

Satu pengecualian tunggal (Iblis) di tengah kepatuhan universal, menegaskan lagi bahwa kepatuhan kolektif tidak menjamin kepatuhan setiap individu di dalamnya.

Penjelasan pilihan kata

'Enggan' (abaa): akar yang menandai penolakan tegas/keras kepala, bukan sekadar keberatan ringan; menjadi kata kunci yang menandai sikap Iblis lintas beberapa ayat serupa di Al-Qur'an.

Tafsiran

Ayat ini adalah titik balik narasi: dari kepatuhan universal ke satu pengecualian yang akan menjadi sumber permusuhan abadi antara Iblis dan keturunan Adam, dijelaskan alasannya di ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata enggan. Bukan lupa atau terlambat. Yang digambarkan keputusan yang dipertahankan, bukan kelalaian.
  • Yang ia tolak bersama para yang bersujud. Bukan sujudnya saja. Yang dihindari juga berada di dalam barisan itu.
  • Allah menaruh satu pengecualian sesudah menyebut semuanya bersujud. Berdempetan. Kepatuhan menyeluruh disebut lebih dahulu supaya satu penolakan itu menonjol.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-b-y, k-w-n, s-j-d): abaa diterjemahkan 'enggan (menolak)' (akar '-b-y); saajidiin diterjemahkan 'para yang bersujud' (akar s-j-d SJD). Selaras.