قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Ia berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menjerumuskanku, sungguh aku akan menjadikan terasa indah bagi mereka di bumi, dan sungguh aku akan menjerumuskan mereka semua,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِيqaala rabbi bi-maa aghwaytaniiia berkata, Tuhanku, karena Engkau telah menjerumuskanku
  2. لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِla-uzayyinanna lahum fii l-ardhisungguh aku akan menjadikan terasa indah bagi mereka di bumi
  3. وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَwa-la-ughwiyannahum ajma'iinadan sungguh aku akan menjerumuskan mereka semua

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. رَبِّrabbiTuhan
  3. بِمَاbi-maakarena
  4. أَغْوَيْتَنِيaghwaytaniiEngkau menyesatkanku
  5. لَأُزَيِّنَنَّla-uzayyinannasungguh aku akan menghiasi
  6. لَهُمْlahumbagi mereka
  7. فِيfiidi
  8. الْأَرْضِl-ardhibumi
  9. وَلَأُغْوِيَنَّهُمْwa-la-ughwiyannahumdan sungguh aku akan menyesatkan mereka
  10. أَجْمَعِينَajma'iinaseluruhnya

Inti bacaan

Iblis mendeklarasikan strateginya secara terbuka: 'aku akan menjadikan kejahatan terasa indah bagi mereka di bumi', pengakuan eksplisit tentang metode utamanya, yaitu membuat pilihan buruk tampak menarik, bukan memaksa secara langsung.

Penjelasan pilihan kata

'Menjerumuskan' (aghwaa): akar baru, berbeda dari 'kekeliruan/kesesatan' (dalaal) yang sudah dipakai di 12:8, 12:30, dan 12:95. Lane's Lexicon menandai akar ini secara khas terkait citra jatuh ke dalam perangkap/lubang jebakan (mughawwaah = lubang jebakan bagi serigala) serta kegagalan meraih keinginan akibat tergoda: nuansa 'terjerumus karena tergoda', berbeda dari dalaal yang lebih menandai 'kehilangan arah/jalan'. Iblis di sini menisbahkan jatuhnya sendiri kepada Allah: sebuah klaim yang akan dibantah tegas di 15:42. 'Menjadikan terasa indah' (uzayyin) (akar yang sama dengan 'menghiasi' langit di 15:16, kini dipakai untuk menghias kejahatan di mata manusia), kontras yang tajam antara dua penggunaan akar yang sama.

Tafsiran

Ayat ini adalah deklarasi permusuhan Iblis, memakai waktu tangguh yang baru saja diberikan bukan untuk introspeksi, melainkan untuk merancang strategi penyesatan: menghias kejahatan agar tampak indah, lalu menjerumuskan manusia ke dalamnya. Klaim bahwa Allah yang 'menjerumuskannya' adalah upaya melimpahkan tanggung jawab atas pilihannya sendiri kepada pihak lain.

Renungan dan Hikmah

  • Iblis menisbahkan jatuhnya sendiri kepada Allah ('karena Engkau telah menjerumuskanku') alih-alih mengakui penolakannya sendiri terhadap perintah sujud (15:33) sebagai sebab sesungguhnya. Pola melimpahkan tanggung jawab pilihan sendiri kepada pihak lain ini menjadi model argumen yang akan dibantah eksplisit di 15:42, Iblis sendiri kelak mengakui ia tidak punya kuasa memaksa siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, r-b-b, gh-w-y, z-y-n, a-r-d, j-m-'): aghwaytanii diterjemahkan 'Engkau menyesatkanku', akar gh-w-y (ghawaa; Iblis menisbahkan ghawaayah-nya ke Allah, sepola 7:16, beda dari akar d-l-l); la-uzayyinanna diterjemahkan 'aku akan menghias' (akar z-y-n); la-ughwiyannahum diterjemahkan 'aku akan menyesatkan mereka' (akar gh-w-y). gloss '(kejahatan)' dipertahankan sbg penjelas objek.