قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ

Dia berkata, “Ini adalah jalan lurus yang menjadi tanggungan-Ku.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌqaala haadzaa shiraathun 'alayya mustaqiimunDia berkata, ini adalah jalan lurus yang menjadi tanggungan-Ku

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. هَٰذَاhaadzaaini
  3. صِرَاطٌshiraathunjalan
  4. عَلَيَّ'alayyaatasku
  5. مُسْتَقِيمٌmustaqiimunyang lurus

Inti bacaan

Respons yang menegaskan kejelasan jalan yang benar, sebuah pernyataan yang meletakkan fondasi bagi batasan kekuatan Iblis yang akan dijelaskan berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

'Jalan lurus yang menjadi tanggungan-Ku' (siraatun alayya mustaqiim): frasa yang menegaskan bahwa jaminan perlindungan bagi hamba-hamba terpilih (disebut di ayat sebelumnya) adalah komitmen langsung Allah sendiri, bukan sekadar arahan umum.

Tafsiran

Jawaban Allah ini menjadi jembatan menuju penjelasan penuh di ayat berikutnya: jalan lurus di sini bukan hanya arah yang ditunjukkan, melainkan jalan yang keamanannya dijamin langsung oleh Allah bagi mereka yang menempuhnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut jalan itu tanggungan-Nya. Bukan sekadar arah. Yang ditunjukkan dijamin keamanannya oleh yang menunjukkan.
  • Jawaban ini diberikan sesudah Iblis menyebut hamba-hamba yang terpilih. Menanggapi pengecualian. Yang diakui musuh dijadikan dasar jaminan.
  • Allah memakai bentuk seperti orang yang menanggung utang. Kewajiban yang Dia bebankan pada diri-Nya sendiri. Yang tak bisa dituntut siapa pun menuliskan tanggungannya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, s-r-t, q-w-m): siraat alayya mustaqiim diterjemahkan 'jalan lurus (yang menuju/menjadi tanggungan) kepada-Ku' (akar s-r-t). gloss '(ditunjukkan kepada hamba-hamba-Ku itu)' dibuang.