وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ

Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَwa-nabbi'hum 'an dhayfi ibraahiimadan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَنَبِّئْهُمْwa-nabbi'humdan beritakanlah kepada mereka
  2. عَنْ'andari
  3. ضَيْفِdhayfitamu
  4. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim

Inti bacaan

Transisi ke kisah tamu-tamu Ibrahim, pengenalan kembali narasi yang akan menunjukkan detail baru dari pertemuan yang sudah dikenal sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

'Tamu' (dayf): kata tunggal yang mencakup makna jamak (tamu-tamu), merujuk pada para malaikat yang akan disebut identitasnya secara bertahap sepanjang kisah ini.

Tafsiran

Ayat ini membuka narasi baru (kisah tamu Ibrahim), yang akan berlanjut ke kabar gembira kelahiran Ishaq dan kemudian ke kisah penghancuran kaum Lut, menghubungkan dua narasi melalui tokoh tamu yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menceritakan, bukan menyimpulkan. Kabarkanlah tentang tamu-tamu itu. Pelajarannya menyusul di dalam kisahnya.
  • Mereka disebut tamu lebih dahulu, bukan malaikat. Identitasnya dibuka bertahap. Pembaca ikut menunggu.
  • Satu kisah dipakai Allah untuk menyambung dua. Kabar untuk Ibrahim dan azab untuk kaum Lut. Tamunya sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-b-a, d-y-f): nabbi'hum diterjemahkan 'kabarkanlah kepada mereka' (akar n-b-'); dayf diterjemahkan 'tamu'. gloss '(Nabi Muhammad)/(malaikat)' dibuang.