قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَىٰ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ
Dia berkata, “Benarkah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut? Maka dengan apa kalian memberi kabar gembira?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِيqaala abasysyartumuuniidia berkata, benarkah kalian memberi kabar gembira kepadaku
- عَلَىٰ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ'alaa an massaniya l-kibarupadahal usiaku telah lanjut
- فَبِمَ تُبَشِّرُونَfa-bi-ma tubasysyiruunamaka dengan apa kalian memberi kabar gembira
Terjemahan per kata (8 kata)
- قَالَqaalaberkata
- أَبَشَّرْتُمُونِيabasysyartumuuniiapakah kalian memberiku kabar gembira
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَنْanbahwa
- مَسَّنِيَmassaniyamenimpaku
- الْكِبَرُl-kibaruusia tua
- فَبِمَfa-bi-mamaka dengan apa
- تُبَشِّرُونَtubasysyiruunakalian memberi kabar gembira
Inti bacaan
Kejujuran penuh keheranan Ibrahim: 'Benarkah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut?', pertanyaan langsung dan tidak dibuat-buat terhadap sesuatu yang tampak mustahil menurut pengalaman biasa.
Penjelasan pilihan kata
'Usiaku telah lanjut' (massaniya l-kibar, harfiah 'usia tua telah menyentuhku'): ungkapan yang menegaskan keheranan wajar Ibrahim, mengingat usianya yang sudah sangat lanjut untuk mendapat keturunan.
Tafsiran
Pertanyaan berulang Ibrahim ('dengan apa kalian memberi kabar gembira') menyiratkan keheranan yang mendalam, bukan ketidakpercayaan terhadap kekuasaan Allah: sebuah reaksi manusiawi yang wajar terhadap kabar yang secara alami tampak mustahil.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Ibrahim bertanya sambil menyebut usianya telah lanjut. Alasannya masuk akal. Keberatan yang berdasar tetap keberatan, dan ia direkam apa adanya.
- Pertanyaan kedua yang Allah rekam: dengan apa kalian memberi kabar gembira. Menanyakan dasarnya. Yang diminta bukan penegasan, melainkan keterangan.
- Kalimat pertamanya berupa penegasan ulang: benarkah kalian. Bukan penolakan. Yang terkejut meminta kabar itu diulang sebelum ia menanggapinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.