قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
Dia berkata, “Adakah orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya selain orang-orang yang sesat?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِqaala wa-man yaqnathu min rahmati rabbihidia berkata, adakah orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya
- إِلَّا الضَّالُّونَillaa dh-dhaalluunaselain orang-orang yang sesat
Terjemahan per kata (8 kata)
- قَالَqaalaberkata
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَقْنَطُyaqnathuberputus asa
- مِنْmindari
- رَحْمَةِrahmatirahmat
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- إِلَّاillaakecuali
- الضَّالُّونَdh-dhaalluunaorang-orang yang sesat
Inti bacaan
Ibrahim sendiri segera menegaskan prinsip yang mendasari keheranannya: 'Adakah orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya selain orang yang sesat?', klarifikasi cepat bahwa keheranannya soal keadaan spesifik, bukan keraguan mendasar. Konkretnya: mengungkapkan keheranan jujur terhadap sesuatu yang tampak mustahil tidak sama dengan meragukan prinsip dasarnya, kemampuan membedakan dan segera mengklarifikasi kedua hal ini (heran vs. tidak percaya) adalah kejernihan berpikir yang berguna saat menghadapi kabar yang sulit dipercaya.
Penjelasan pilihan kata
'Rahmat' (rahmah): secara leksikal bermakna pemberian, bukan sekadar perasaan kasih; 'orang-orang yang sesat' (daalluun): akar yang sama dengan 'kekeliruan/kesesatan' (dalaal) di 12:8, 12:30, 12:95, di sini dalam bentuk pelaku, berputus asa dari rahmat Allah disamakan dengan kehilangan arah yang mendasar.
Tafsiran
Jawaban Ibrahim ini adalah pertanyaan retoris yang menegaskan keyakinannya sendiri: pertanyaan awalnya (15:54) adalah keheranan, bukan keraguan; di sini ia justru menegaskan bahwa berputus asa dari rahmat Allah adalah bentuk kesesatan itu sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Jawaban Ibrahim menempatkan keputusasaan terhadap rahmat Allah sejajar dengan kesesatan, sebuah kerangka yang relevan bagi siapa pun yang menghadapi situasi tampak mustahil: keheranan yang wajar (seperti pertanyaan awal Ibrahim) berbeda dari keputusasaan yang menutup kemungkinan sepenuhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…Dia (Ibrahim) berkata, “Adakah orang …”. Dalam ayat ini, 'rahmah' tanpa kata sandang al-.